Minggu dalam Pekan Biasa XXII, 1 September 2013

Sir 3: 17-29  +  Ibr 12: 18-24  +  Luk 14: 1.7-14






Lectio :

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Yesus yang melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

 

 

Meditatio :

'Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan'.

Sabda Tuhan mengajak setiap orang untuk berani merendahkan diri, dan bukannya menyombongkan diri dan mencari kehormatan. Setiap orang diajak untuk berani menyangkal diri demi kedewasaan hidup pribadi. Seseorang yang mengikuti kecenderungan kodrati yakni kehormatan diri, akan memperlemah semangat dan kemauan diri dalam berjuang, dan sekaligus memungkinkan keterpisahan diri seseorang dalam hidup bersama.

Tak dapat disangkal, banyak orang mampu memahami Injil hari ini, tetapi amat keliru dalam pemahamannya. Memang banyak orang duduk di bagian belakang dalam aneka pertemuan, bukan karena kerendahan hati, malahan sebaliknya ingin menunjukkan siapa dirinya, yang ditampakkan secara halus. Seseorang, yang tidak mampu dan malas berusaha menempatkan diri secara benar, malahan menunjukkan kesombongan diri dalam kebersamaan hidup. Secara sengaja seseorang ingin mendapatkan ajakan dari tuan rumah, yang tidak cukup sekali, melainkan berkali-kali, datang dan mengajak: sahabat, silakan duduk di depan', banyaknya ajakan itu menunjuk betapa penting dirinya dalam kebersamaan, dan ini benar-benar sebuah kehormatan di depan mata banyak orang.

 

'Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya'.

Penyataan Yesus ini, bukan saja meminta agar orang tidak mengharapkan balas jasa dari orang-orang yang telah dilayaninya, malahan mencegah timbulnya rasa pamrih dalam dirinya. Caranya, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta; engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu'.  Sebab dalam pesta perjamuan, kita hendak memberi dan memberi kepada orang lain. Pesta perjamuan adalah suatu pemberian, dan bukannya sebatas undangan, agar orang lain terlibat dalam pesta, melainkan  mengajak orang bersukacita bersama kita dan meneguhkan rasa syukur yang hendak kita lambungkan. Karena itu, untuk mencegah seseorang akan membalas kebaikan hati kita, Yesus meminta, agar kita berani memberi dan memberi dalam pesta perjamuan. Keberanian kita untuk memberi 'akan mendapatkan balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

 

 

Collatio :

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Kiranya pesan ini bukanlah sekedar pesan moral, di mana setiap orang hendaknya menjaga relasi timbal balik, yakni saling mengasihi, dalam hidup bersama, melainkan sebuah ajakan dan peneguhan bagi setiap orang yang berani berbagi kasih akan mendapatkan limpah berkat dari Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Maria amat menyadari sungguh kehendak Tuhan itu; dan itulah yang diungkapkan seruan jiwa yang dilambungkan; Maria berseru: 'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa' (Luk 1: 51-53).

Keberanian seseorang untuk merendahkan diri akan mendatangkan berkat. 'Makin besar engkau, patutlah makin kaurendahkan dirimu, supaya engkau mendapatkan karunia di hadapan Tuhan'. Itulah yang dikatakan dalam kitab Putra Sirakh (Sir 3). Keberanian kita untuk memberi, akan mendatangkan hujan rahmat.

Aku memberi kepada sesamaku, karena memang aku ingin memberi, dan bukan karena mereka sesamaku. Saya memberi, karena memang saya ingin memberi. Saya mengasihi kamu, karena memang saya mengasihi kamu. Sebab dengan mengampuni, kami diampuni, dengan mengasihi kami dikasihi, dan dengan mati suci, kami bangkit untuk hidup selama-lamanya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  kuduskanlah jiwa kami, agar  mampu menempatkan diri dalam kebersamaan hidup, sehingga kami pun siap menjadi sesama bagi mereka semua yang ada di sekitar kami.   

Bersabdalah, ya Yesus, kami siap mendengarkan dan melaksanakan kehendakMu.   Amin

 

 

 

Contemplatio:

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening