Rabu dalam Pekan Biasa XIX, 14 Agustus 2013

Ul 34: 1-12   +  Mzm 66  +  Mat 18: 15-20

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga".

 

 

Meditatio :

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali'.

Kita diminta untuk berani menegur saudara kita, bila dia jatuh dalam dosa. Kita diminta untuk mengingatkan dia secara pribadi; karena memang dosa menjauhkan seseorang dari keselamatan, dan dosa akan berujung pada maut (Rom 6: 23). Kita diminta untuk mengingatkan seseorang, yang jatuh dalam dosa, agar bertobat dan kembali dalam fitrahnya, sebagai citra Allah; Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat. Kita diminta mengingatkan mereka, guna menunjukkan solidaritas kita, bahwa keselamatan yang kita rasakan, juga kita bagikan terhadap sesama. Kita menginginkan: bersama-sama kita menikmati keselamatan. Keberanian menegur sesama yang jatuh dalam dosa berarti kita menghayati panggilan nama Yesus sendiri: Allah menyelamatkan. Keberanian menyelamatkan sesama berati menjadi alter-Kristus bagi dunia.

Tidak mudah memang mengingatkan sesama; tidak mudah juga kita berani mengingatkan saudara dan saudari agar selalu tinggal dalam pertobatan, karena memang kita tidak ingin memunculkan persoalan dalam relasi kita dengan sesama. Saya masih jauh dari sempurna, saya juga mempunyai banyak kesalahan, adakah orang buta menuntun orang buta. Kita tidak menghendaki nasehat dan teguran kita menjadi umpan balik, yang memperkeruh kolam kehidupan bersama. Itulah lagu perlawanan kita terhadap kehendak Tuhan Yesus. Namun inilah kehendak Yesus, sang Empunya keselamatan, apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Selain kita sendiri yang enggan menegur, demikian juga tidak semua orang dengan rela hati menerima nasehat dan teguran dari orang lain.

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.

Jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Setiap orang mempunyai kewajiban untuk menasehati dan menegur sesama, bila mereka jatuh dalam dosa; demikian pula sebaliknya, setiap orang wajib menerima nasehat dan teguran dari sesame. Inilah juga kehendak Tuhan kita Yesus Kristus. Intensinya hanya satu, yakni kebaikan bersama. Menjadi murid sang Guru keselamatan berarti siap menegur sesama, dan sekaligus siap menerima teguran sesama.

Sungguh jahatkah orang-orang yang tidak mengenal Allah itu? Apakah tidak mengenal Allah berarti sama dengan mereka yang garang dan galak, suka mengganggu dan membinasakan sesame? Apakah tidak mengenal Allah itu berarti tidak mengenal kebaikan? Sebaliknya, mereka yang tidak mau berbagi kasih dengan sesama itu sesungguhnya adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Demikian juga para pemungut cukai, begitu jahatkah mereka itu?

'Aku berkata kepadamu: pertama, apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga, kedua, jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Bagaimana kita dapat memahami sabda Yesus ini?

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus Kristus, seringkali kami tidak mau tahu dengan orang lain; kami cenderung membiarkan orang lain bertindak seturut kemauan mereka, asal tidak mengganggu kami. Limpahkanlah kami dengan Roh Pengertian, agar kami semakin memahami kehendakMu yang menginginkan semua orang beroleh selamat. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening