Sabtu dalam Pekan Biasa XXI, 31 Agustus 2013

1Tes 4: 9-11  +  Mzm 98  +  Mat 25: 14-30






Lectio :

Yesus bersabda kepada para muridNya: "hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

 

 

Meditatio :

'Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya'.

Inilah gambaran dalam hidup bersama. Yang seorang mempunyai kelebihan dari lainnya, sebaliknya ada yang mempunyai kekurangan,  yang tidak dimiliki lainnya. Setiap orang mempunyai anugerah satu berbeda dengan lainnya. Oleh Paulus direnungkannya sebagai anugrah yang digerakkan oleh Roh yang satu dan sama, yang digunakan dalam pembangunan jemaat, umat Allah. Dan memang benar, orang yang mau menggunakan segala hal yang baik, memanfaatkan segala kemampuan yang dimilikinya, maka dia akan mendapatkan berkat kelimpahan. 'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'.

Sebaliknya, seorang yang pelit dalam hidupnya, bagi dirinya sendiri atau pun bagi orang lain, akan semakin merasakan kesulitan dan tantangan yang melilit diri. 'Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu; dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'. Ke-tidak mau tahu-an seseorang akan orang lain, bahkan terhadap sang Pemberi hidup mendatangkan hukuman yang begitu berat. Segala yang ada adanya akan diambil. Itulah yang dialami oleh seorang yang mendapatkan satu talenta sebagaimana disampaikan dalam perumpamaan tadi.

Kemauan seseorang untuk berbagi mendatangkan rahmat dan berkat baginya, tetapi tidaklah demikian dengan orang yang tidak mau tahu terhadap sesamanya. 'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Kiranya atas dasar inilah juga, Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Tesalonika (4: 9-11) mengajak semua orang untuk semakin berani berbagi kasih dan berbelarasa dengan sesamanya. 'Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya; dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan'.

.

Collatio :

Bagaimana dengan mereka yang tidak mau tahu terhadap Tuhan dan sesamanya tetapi hidup dalam kemapan dan kenyamanan hidup, kesehatan dan kepandaian? Namun apakah kita menilai seseorang hanya dari yang kasad mata? Iri hatikah engkau bila Aku murah hati, sabda Tuhan. Hendaknya kita nikmati hidup ini dengan penuh kepercayaan akan kebaikan Tuhan. Setiap orang pun pasti harus mempertanggungjawabkan hidup, sebagaimana dikatakan oleh Paulus: 'setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Rom 14: 12). Menikmati hidup itu bukanlah memperhitungkan hidup kita, enak atau tidak enak, sehat atau sakit, kaya atau miskin, pandai atau bodoh, laki-laki atau perempuan, muda atau tua. Ketidakmampuan kita untuk menerima keberadaan hidup apa adanya menghilangkan kenyamanan dan sukacita hidup. Kiranya ucapan bahagia dari Tuhan Yesus sendiri (Mat 5) menjadi harapan kita bersama.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  kami bersyukur kepadaMu untuk setiap rahmat dan anugerah yang Kau percayakan kepada kami. Biarlah kami tetap setia dan bertanggung jawab sehingga berbuah demi kemuliaan namaMu.   Amin

 

 

Contemplatio:

 

'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening