Selasa dalam Pekan Biasa XIX, 13 Agustus 2013

Ul 31: 1-8   +  Mzm 32  +  Mat 18: 1-5.10.12-14

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 

 

Meditatio :

'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?'.

Itulah pertanyaan para murid kepada Yesus. Bukan siapakah yang dapat masuk dalam Kerajaan Surga yang dipersoalkan, melainkan siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Ini berbeda sungguh dengan pertanyaan seorang muda yang berlimpah hartanya, yang menanyakan: 'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?' (Mat 19: 16). Pemuda ini menanyakan bagaimana dapat menikmati keselamatan, dan bukannya bagaimana menikmati keselamatan? Adakah perbedaan Kerajaan Surga dan hidup kekal? Yesus sendiri dalam penyataanNya mengatakan: 'jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga ' (Mat 5: 20). Yesus sendiri masih menyatakan bagaimana caranya seseorang masuk dalam Kerajaan Surga, dan bukannya menjadi terbesar dalam Kerajaan Surga. Kenapa para murid bertanya demikian?

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga', sahut Yesus sembari merangkul seorang anak kecil. Bertobat dan menjadi seperti anak kecil adalah prasyarat dasariah untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Bukan menjadi yang terbesar, melainkan untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Masuk dalam Kerajaan Surga dahulu, baru membicarakan siapakah dia yang terbesar dalam KerajaanNya kelak.

Seperti anak kecil? Dalam hal apa? Kejujuran, ketaatan, kebergantungan dan kepasrahan mereka, atau kerewelan dan kenakalan?

'Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga', tegas Yesus. Adakah perbedaan kualitas antara bertobat dan merendahkan diri? Mungkinkah pertobatan tanpa kerendahandiri/hati, atau sebaliknya kerendahan hati tanpa pertobatan? Bukankah pertobatan seseorang itu, yang bagaikan ditemukannya 'seekor domba yang tersesat, yang memang kegembiraannya lebih besar dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat', membawa sukacita di surga?  Sukacita surgawi semakin semarak memang, karena 'Bapa di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anakNya hilang'.

Masih adakah memang seseorang menjadi yang terbesar atau yang terkecil dalam Kerajaan Surga? Bukankah dalam KerajaanNya tidak ada kawin dan dikawinkan, dan mereka hidup sama dengan para malaikat (Mat 22)? Bukankah mereka semua sama sebagai anak-anak Allah? Masih diperhitungkankah siapa yang paling lama dan paling sebentar tinggal dalam Kerajaan Surga, sebagaimana dikatakan bahwa setiap orang akan menikmati kemuliaan itu menurut urutannya (1Kor 15), seperti yang kita renungkan di hari Minggu kemarin? Kiranya tinggal dalam KerajaanNya yang penuh semarak mulia, menjadi kerinduan kita bersama.

 

'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku, sebab ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'. Kiranya penyataan Yesus ini mengingatkan kita semua, agar selalu berani memperhatikan mereka yang lemah dan tak berdaya, seperti dikatakanNya sendiri 'apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina ini, engkau telah melakukannya untuk Aku' (Mat 25: 40).

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang selalu merindukan tempat kediaman bersamaMu, sebab hanya bersamaMu saja kami beroleh keselamatan, hanya dalam Dikau kami beroleh kehidupan. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening