Jumat dalam Pekan Biasa XXII, 6 September 2013

Kol 1: 15-20  +  Mzm 100  +  Luk 5: 33-39







Lectio :

Pada suatu hari orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

 

Meditatio :

'Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum'.

Itulah persoalan yang ditujukan orang-orang Farisi kepada Yesus. Enak kali mengikuti Yesus, Orang Nazaret ini, tidak pernah puasa, hanya makan dan minum saja kerjanya. Bukankah mereka ini masih orang-orang Israel? Bukankah mereka ini keturunan Abraham. Ishak, Yakub, dan Musa adalah nabi mereka? Para murid Yohanes, nabi yang membaptis di sungai Yordan saja menyempatkan diri untuk berpuasa, mengapa murid-muridMu tidak melakukannya?

'Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa', sahut Yesus. Yesus secara sadar mengatakan bahwa diriNyalah sang Mempelai laki-laki. Bagaimana mungkin mereka semua berpuasa dan memusatkan diri pada usahanya, jikalau Dia sendiri ada di tengah-tengah mereka? Barangsiapa mengasihi orangtua dan anak-anaknya dan tidak meninggalkan segala-galanya saja tidak layak bagiNya, apalagi kalau hanya berpuasa dan selama Yesus ada bersama dengan para murid, mereka tidak perlu berpuasa. Kehadiran Tuhan harus menjadi fokus perhatian mereka, dan bukannya sibuk berpuasa  sendiri.  Memang akan datang waktunya mereka harus berpuasa, yakni apabila mempelai itu diambil dari mereka. Pada saat itu, para murid harus berpuasa, mengendalikan diri dan bukannya hidup ini dikendalikan oleh makanan dan minuman, dan mengarahkan perhatian dan budinya hanya kepada Dia sang Empunya kehidupan.

'Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula; dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab memang anggur yang tua itu lebih baik'. Segala sesuatu dilakukan haruslah proporsional dan tepat pada waktunya. Adakah kita  memberi uang saku puluhan ribu rupiah bagi anak-anak kita yang masih duduk di bangku SD? Pemberian yang tidak tepat sasaran dan berlebih-lebihan bukannya mendidik seseorang, malahan akan mematikan. Demikian juga, puasa yang dilakukan seseorang tetapi tidak secara proporsional, sepertinya tidak akan mendatangkan rahmat dan berkat baginya. Puasa adalah sebuah usaha pembiaran diri dikuasai dan dikendalikan oleh Tuhan Allah sendiri.

Tak dapat disangkal, sebaliknya ada banyak orang yang sulit menerima hal-hal, yang baru  dan  baik dalam hidupnya. Mereka ingin mempertahankan perihal lama, yang memang memberi kemapanan dan kenyamanan hidup, yang sebenarnya meninabobokan hidup mereka. Pengajaran Yesus adalah anggur baru bagi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat; sebuah pengajaran yang menggoyang-goyang kedudukan dan peran mereka di tengah-tengah masyarakat. Hanya orang-orang yang mempunyai semangat juang, dapat menikmati ajaran dan kehendak Tuhan Yesus.




Collatio :

Puasa bukan soal makan dan minum. Puasa juga bukan soal pengendalian diri, dimana kita tidak dikendalikan segala yang berasal dari luar diri seseorang, malahan saya harus mampu mengendalikan segala kemampuan yang ada dalam diri pribadi. Saya adalah citra Allah, maka saya harus menampakkan ke-Allahan yang ada dalam diri saya dan menyatakannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang dilakukan oleh Yesus yang adalah Gambar Allah yang tidak kelihatan. Kristus Yesus adalah wujud Allah yang penuh kasih.

Puasa yang kita lakukan dan yang mendatangkan keselamatan hanya dalam dan demi Yesus Kristus, sebab seperti dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Kolose (bab 1), 'karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia'. Kedua, karena 'Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu'.  Kita semua adalah tubuh Kristus, yang mempunyai banyak anggota, di mana Kristus sendiri adalah Kepala. Ketiga, pendamaian dengan Allah, hanya terlaksana dalam Kristus, sebab Dia adalah Mesias, Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. 'Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus'.


 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, biarlah saat ini kami memfokuskan diri menikmati kebersamaan denganMu melalui kasihMu yang hadir di tengah-tengah kami.

Persiapkan hati kami untuk menyongsong kedatangan mempelaiMu melalui sikap dan perbuatan kami terhadap sesama kami, bukan dengan tampilan sikap lahiriah yang hanya untuk mendatangkan pujian dan kekaguman dari orang-orang di sekitar kami.     Amin

 


Contemplatio:

'Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?'.



 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening