Jumat dalam Pekan Biasa XXIII, 13 September 2013

1Tim 1: 1-2.12-14  +  Mzm 16  +  Luk 6: 39-42






Lectio :

Pada suatu hari Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

 

 

Meditatio :

'Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?', tegas Yesus. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mempunyai apa-apa mampu memberi sesuatu? Adalah suatu kebohongan, bila dia melakukan. Saya tidak pernah berani mengatakan kepada seseorang: ini roti, makanlah, bila memang saya tidak memilikinya untuk saya berikan kepadanya. Bagaimana seseorang yang tenggelam dalam dosa dapat mampu menegur sesamanya yang sama-sama jatuh dalam kubangan yang sama? 'Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?'. Walau tak dapat disangkal, karya Allah tidak dapat dibatasi dalam peristiwa-peristiwa yang manis dan indah. Itulah yang pernah dialami oleh Paulus, di mana banyak hal yang indah dan mulia akhirnya dinikmatinya, walau dia sebelumnya seorang yang jahat. Kata Paulus dalam pertobatannya: 'Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku; aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus' (1Tim 1: 12-14).

 'Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya'. Kita tidak mungkin menjadi sama seperti Guru dan melebihi sang Guru, tetapi kalau kita melaksanakan sabda dan kehendakNya, kita akan menjadi anak-anak Allah, alter-Kristus. Hendaknya kamu murah hati, sebagaimana Bapa di surga murah hati.  Namun tak dapat disangkal, seseorang tetap dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat, sebagaimana dilakukan Yesus, mengingat semakin besarnya kebutuhan umatNya. Hal itulah yang pernah dikatakan Yesus sendiri: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu' (Yoh 14: 12). Kepercayaan kepadaNya mendatangkan berkat.

 

 

Oratio :              

Ya Yesus, ampunilah kami yang mudah mencari kesalahan  orang lain, tetapi enggan melihat kelemahan dan keterbatasan diri sendiri. Sebaliknya, ajarilah kami, ya Yesus, untuk selalu setia berbagi kasih dengan sesama.

Santo Yohanes Krisostomus, doakanlah kami.  Amin




Contemplatio :

'Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening