Jumat dalam Pekan Biasa XXV, 27 September 2013

Hag 2: 1b-10  +  Mzm 43  +  Luk  9: 18-22





Lectio :
Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
 
 
Meditatio :
'Engkau adalah Yohanes Pembaptis, Elia, atau seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit'. Itulah komentar banyak orang tentang Yesus. Mereka mengenal Yesus mengingat kehebatan yang dimilikiNya; dan tentunya kehebatan para nabi itulah yang dikenakan pada pribadi Yesus. Guru dari Nazaret ini memang adalah seorang yang hebat.
'Menurut kamu, siapakah Aku ini?', tanya Yesus kepada para muridNya. Mereka ditanya secara khusus, karena memang berjumpa dengan diriNya setiap hari. Kebersamaan mereka dengan diriNya tentunya memampukan mereka mengenal siapakah yang mereka percaya dan mereka ikuti. 'Mesias dari Allah', sahut Petrus. Jawab Petrus benar-benar tepat sasaran dan menyenangkan hati Tuhan, karena memang mereka benar-benar mengenal siapakah diriNya. Yesus bangga akan pengenalan mereka akan diriNya. Kemauan seseorang untuk selalu mengenal Allah membuat sikacita hati Allah, dan tentunya akan mendatangkan berkat dan rahmatNya.
Namun Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Pengenalan akan Allah haruslah pengenalan secara pribadi, bukan hanya karena kata orang. Mungkin awal pengenalan bolehlah demikian, sebagaimana yang pernah di alami Natanael, di mana dia mendengar nama seorang  Nazaret, yang sering disebut-sebut oleh Musa,  karena pewartaan Filipus, tetapi dia memperdalamnya sendiri dengan berani datang kepadaNya (Yoh 45-49). Pengenalan secara pribadi akan Allah memampukan seseorang untuk semakin hari semakin mengenal misteri Kerajaan Allah, yang memang akan disingkapkan secara bertahap, sebagaimana kita renungkan beberapa hari yang lalu.
'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga', tegas Yesus kepada mereka semua. Penegasan Yesus kiranya sekaligus memurnikan gambaran banyak orang pada waktu itu tentang siapakah Mesias Anak Allah yang akan datang ke tengah-tengah umatNya. Pengenalan Petrus siapakah Yesus itu memang patut diacungi jempol, karena memang dia dapat mengenal lebih baik dari khalayak umum dalam mengenal diriNya. Namun kiranya penegasan Yesus bahwa, Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, ditolak, dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga,  memurnikan mereka semua akan Seseorang yang mereka percaya dan mereka ikuti ini.
 
 

Collatio :
Gambaran Tuhan Allah yang Mahabaik dan suka memberi ditampakkan oleh nubuat Hagai (2: 1-10). Dia adalah Allah yang penuh Kasih dan Penyayang; kekuatiran umatNya akan digantikan oleh sikacita karena peran Allah sendiri dalam karya pelayanan mereka. Tidaklah demikian, dengan kehadiran Allah yang ditampakkan oleh sang Anak Manusia. Dia tidak menjanjikan rumah Tuhan yang indah atau menampilkan diri sebagai seorang pahlawan nasional yang memang diharapkan dengan hadirnya Mesias-mesias ala Ratu Adil. Sebaliknya, Yesus tidak menghendaki banyak orang mengetahui bahwa Dia adalah Mesias Anak Allah. Secara terang-terangan kembali Yesus mengingatkan bahwa 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Pengenalan orang-orang pada waktu itu dapat memperoleh kesempurnaan bila memang mereka mau menanti sampai akhir tugas perutusanNya, yakni kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Sebab dari salibNya yang kudus, Dia akan menarik semua orang kepadaNya untuk menikmati keselamatan.
Kiranya kesadaran kita sebagai para pengikut Kristus dari hari demi hari semakin mendalam. Spiritualitas hidupNya yang mengalami penderitaan, ditolak, dibunuh, tetapi akan dibangkitkan, kiranya semakin menjadi spiritualitas hidup kita bersama. Jatuh bangun kita dalam mengikuti Kristus kiranya semakin membuat kita semakin mengenal Dia, bahwa Dia adalah Sang Mesias dari Allah, dan hanya Dialah Sang Empunya kehidupan ini.
 

 
Oratio :       
Ya Yesus Kristus, berilah kami hati yang terbuka untuk dapat sepenuhnya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat sebagai langkah awal untuk kami dapat memahami misteriMu, agar kami dapat memiliki pengalaman pribadi dengan Engkau. 
Santo Vincentius, doakanlah kami. Amin
 


Contemplatio : 
             'Menurut kalian, siapakah Aku ini?'
 
 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening