Pesta Salib Suci, 14 September 2013

Fil  2: 6-11  +  Mzm 78  +  Yoh 3: 13-17






Lectio :

Pada suatu hari Yesus berkata: "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia".

 

 

Meditatio :

'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Penyataan Yesus ini sungguh benar, karena memang Dialah Anak Tunggal Bapa, dan hanya kepada Dialah, Bapa berkenan, sebagaimana dinyatakan Bapa, ketika Yesus menerima pembaptisan dari Yohanes di sungai. 'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran' (Yoh 1: 14). Karena memang Dia berasal dari surga, maka Dialah yang mendahuli segala sesuatu menikmati kemuliaan surgawi.

Dia telah turun ke dunia, hanya karena kehendak Bapa yang menyelamatkan seluruh umat manusia. 'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia".

Bagaimana semua itu bisa terlaksana? 'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Sebab memang Yesus bergantung di kayu salib dilakukanNya secara sengaja guna menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.

Salib adalah tanda kemuliaan dan kemenangan hanya karena Kristus Tuhan.

Bagaimana memahami Henokh yang telah diangkat oleh Allah? (Kej 5: 24).

 

 

Collatio:

Misteri penyalamatan Tuhan yang memuncak di kayu salib dilukiskan oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Filipi (bab 2), sebagai berikut:

'Yesus Kristus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,

dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi'.

 

 

Oratio :              

Ya Yesus Kristus, di atas salibMu Engkau menampakkan kemuliaanMu, dan dengan salibMu  Engkau menyelamatkan kami. Bantulah kami, ya Yesus, untuk semakin mengasihi salibMu dan siap memanggul salib kehidupan kami sehari-hari.   Amin




Contemplatio :

'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia, bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening