Sabtu dalam Pekan Biasa XXII, 7 September 2013

Kol 1: 21-23  +  Mzm 54  +  Luk 6: 1-5





Lectio :

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

 

Meditatio :

'Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'.

Itulah komentar orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus yang memetik bulir gandum di hari Sabat. Kalau kemarin mereka memprotes para muridNya yang tidak pernah berpuasa, malahan sering makan dan minum, kini mereka malah melihat para murid memetik bulir gandum dan langsung memakannya. Apakah para murid  dalam keadaan lapar? Atau mereka hanya iseng saja? Sabat adalah hari suci, yang diperuntukkan hanya untuk Tuhan Allah. Setiap orang tidak boleh melakukan ini dan itu pada hari itu.

'Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?',  sahut Yesus kepada mereka. Kemungkinan besar para murid memang dalam keadaan lapar. Namun apakah tidak boleh sungguh memetik gandum di hari Sabat, walau itu sekedar iseng untuk mengisi perut yang kosong? Bukankah memang mereka tidak sedang bekerja memetik gandum di hari Sabat?  Namun apakah penyataan Yesus ini dimaksudkan hendak menghalalkan cara? Apakah segala peraturan boleh dilanggar bila diperuntukkan orang tidak berdaya?

Yesus tidak menghalalkan cara, sebagaimana dilakukan oleh banyak penjahat. Ada seseorang yang korupsi milyaran rupiah, tetapi dia menyisihkan ratusan juta untuk kaum miskin. Ada preman-preman yang menelan harta benda banyak orang, tetapi dia menyempatkan diri mengadakan bakti sosial yang menutupi kejahatannya. Ada juga penjahat-penjahat besar yang malam harinya mengadakan aneka peribadatan agung dan mengundang banyak orang terlibat, yang semuanya dilakukan dalam program tebar pesona religi.

Yesus membela para muridNya, karena memang para muridNya tidak melakukan kejahatan dan dosa pada saat itu. 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Bersama Yesus, seorang murid tidak akan sempat berbuat dosa, demikian juga mereka tidak lagi berpuasa karena memang ada dalam binaan sang Empunya kehidupan. Sebaliknya jauh dari Sumber kehidupan, setiap orang cenderung jatuh dalam dosa dan kejahatan. Itulah yang direnungkan Paulus dalam suratnya kepada umat di Kolose (bab 1). Katanya: 'kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Dalam pantauan Yesus, setiap orang hidup dalam kekudusan jiwa dan raganya.

Dari pihak kita, 'kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit', tegas Paulus. Ketekunan dalam menikmati kasih karunia Allah adalah ketekunan kita dalam menghayati iman akan Kristus, sebab memang segala yang indah dan mulia hanya dinikmati oleh setiap orang yang beriman dan percaya kepadaNya.




Collatio :

Sabat  tidak mengijinkan seseorang melakukan sesuatu pekerjaan, juga termasuk pekerjaan memanen bagi orang Farisi.

Murid Yesus memetik bulir-bulir gandum, menggosok bulir- bulir gandum tersebut dalam tangan mereka dan bahkan memakannya. Itu semua mereka lakukan pada hari Sabat.  Yesus bukan membela atau membenarkan perbuatan murid-muridNya dengan penyataan bahwa  'tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?',  di sini Yesus secara tidak langsung mau menyatakan bahwa hari Sabat dibuat untuk manusia,  dan karenanya Anak Manusia adalah Tuhannya, artinya ada kesamaan derajatNya dengan Allah.   

Bagi kita dalam kehidupan sehari-hari apakah kita lebih terikat dan kaku menuruti aturan yang ada pada suatu situasi di mana peran kita sangat dibutuhkan untuk menolong dan tidak membiarkan seseorang mengalami suatu musibah atau bahkan menyalamatkannya?                             

 

 

Oratio :

Ya Tuhan, janganlah membiarkan kami jauh daripadaMu agar kami tidak jatuh dalam dosa dan kejahatan. Biarlah apa yang kami lakukan mampu membuat orang lain melihat kemuliaanMu di dalamnya,  karena Engkau adalah Tuhan atas hari Sabat.   Amin

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.




 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening