Sabtu dalam Pekan Biasa XXV, 28 September 2013

Za 2: 1-11  +  Mzm   +  Luk  9: 43-45





Lectio :

Pada suatu kali takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

 

 

Meditatio :

Kalau kemarin Yesus mengatakan: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga', hari ini Yesus kembali menyatakan hal yang sama, kataNya: 'dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'. Yesus secara sengaja berkata-kata demikian, yakni ketika semua orang  masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu. Yesus melakukan aneka pekerjaan yang hanya dilakukan oleh seorang Allah, tetapi hidupnya sekaligus hendak membalik gambaran Allah yang agung dan mulia itu, yang hanya ditampakkan dalam aneka yang agung menakutkan. Allah yang menyapa dan merangkul setiap orang yang datang kepadaNya, terlebih mereka memang sengaja berbalik kembali kepadaNya, tidaklah pernah ditampakkan secara nyata.

'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia', secara sengaja dikatakan Yesus guna membalik gambaran manusia tentang kehadiran seorang Mesias yang sesungguhnya. Mesias, bukanlah seorang pahlawan nasional, Dia bukanlah seorang Zelot, yang memang berjuang demi kemerdekaan bangsa. Mesias memang Seseorang Yang terurapi, tetapi Dia akan menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.

Apakah mereka semua mengerti penyataan itu? Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. Inilah keengganan dan kemalasan kita orang. Seringkali kita tidak mengerti, tetapi enggan juga bertanya, termasuk bertanya kepada sang Empunya kehidupan. Setiap kali membaca Kitab Suci kita akan menemukan aneka hal yang sulit kita mengerti. Ketidakmengertian seharusnya membuat kita untuk semakin berani bertanya dan bertanya. Doa seharusnya adalah sebuah pembicaraan dengan Tuhan. Dia bersabda dan kita mengamininya, dan kita harus berani bertanya, bila memang tidak mengerti apa yang dikehendakiNya. Seorang Abraham dengan berani pernah menawar kemauan Tuhan yang hendak membinasakan umatNya. Seorang perempuan Maria juga berani bertanya tentang segala kehendak Tuhan yang akan terjadi pada dirinya.

'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia', secara sengaja dikatakan Yesus guna membalik gambaran manusia tentang kehadiran seorang Mesias yang sesungguhnya. Apalagi bila mengingat janji kehadiranNya, yang sepertinya akan ditampakkanNya secara kuat dan perkasa. 'Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya. Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN; dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu', sebagaimana dikatakan Tuhan melalui nabi Zakharia (bab 2). Dia hadir selalu dalam diri seorang sang Penguasa. Namun Dia yang harus hadir secara kuasa dan perkasa, kini hendak ditampakkan sebagai Anak Manusia yang harus diserahkan ke tangan manusia. Dia yang agung dan mulia menyerahkan diri dalam tangan anak-anak manusia; dan inilah yang membuat sulit banyak orang berani menerima kehadiranNya, karena memang Dia hadir tidak sesuai dengan gambaran dan imajinasi umatNya.

 

 

Collatio :

Menerima sesama yang tidak sesuai dengan gambaran dan kemauan kita amatlah sulit. Menerima orang lain yang berbeda dengan kita memang tidaklah gampang. Inilah yang dijadikan alasan oleh banyak orang dalam aktif di tengah-tengah lingkungan dan wilayah ataupun di paroki di mana mereka tinggal. Karena tempat, di mana kita berada, amatlah majemuk, dan itulah sebenarnya situasi konkrit di mana kita berada. Keterlibatan kita di tempat lain, di mana kita tidak berdomisili, demikian juga keterlibatan kita dalam aneka komunitas kategorial dan secara sengaja mengabaikan peranserta di tempat di mana kita tinggal, adalah hal yang mudah dan menyenangkan. Menyenangkan, karena kita bisa melarikan diri dari dunia nyata, mereka semua, teman-teman kita, dan bukan saudara-saudari kita, tidak tahu sebenarnya siapakah diri kita, tetapi kita merasakan kenyamanan dalam pergaulan, sebab memang kita bergaul dengan orang-orang yang sesuai dengan gambaran dan kemauan kita. Ini amat menyenangkan.  

Bergaul dengan orang yang berbeda dan bahkan tidak sependapat dengan kita amatlah sulit, apalagi harus bergaul dengan Yesus yang tidak sesuai dengan kemauan dan kehendak kita.

Kita ini mau ikut Siapa sebenarnya.

 

 

Oratio :    

Ya Yesus Kristus, Engkau sering membongkar gambaran hidup kami dalam pergaulan dengan sesame. Engkau malahan sering memutarbalik segala pengalaman hidup agar kami berani merenungkannya. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk hari demi hari berani belajar tentang kehidupan ini, sebab hanya daripadaMu kami dapat berlajar kehidupan, karena Engkau sang Empunya kehidupan ini.

Bantulah kami selalu, ya Yesus. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan anak-anak manusia'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening