Selasa dalam Pekan Biasa XXII, 3 September 2013

1Tes 5: 1-9  +  Mzm 27  +  Luk 4: 31-37





Lectio :

Pada suatu hari Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 

 

Meditatio :

'Ketika Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, banyak orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa'. Inilah pengajaran Yesus yang selalu menarik perhatian banyak orang. Dia mengajar dengan penuh kuasa, karena memang Roh Allah ada padaNya, dan memang untuk merekalah, kaum miskin, kabar sukacita Allah diwartakan.

'Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah', tiba-tiba teriak seseorang yang kerasukan kuasa kegelapan. Apakah waktu pengajaranNya tadi dia hanya berdiam diri, atau memang dia baru datang dan baru sekarang dia membikin ribut? Orang itu tahu dengan persis: siapakah Yesus itu; Dia adalah Orang Nazaret. Dialah yang indah dari Nazaret. Dia adalah Yang Kudus dari Allah. Orang itu tahu benar siapakah Orang Agung ini. Kuasa kegelapan itu tahu keberadaan Dia sang Mahatinggi. Mereka tahu, tetapi tidak percaya, dan malahan melawanNya. Apakah mereka yang tahu tentang Allah tetapi tidak mau percaya kepadaNya dapat kita sebut kelompok kegelapan?

'Diam, keluarlah dari padanya!', seru Yesus. Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Kuasa kegelapan itu tak berdaya di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan? Yang dikhawatirkan kuasa kegelapan, terjadi juga. Dia diusir dari seseorang yang dihinggapinya. Tetapi dia tidak dibinasakan, sebab saatNya belum tiba. Semua akan dilaksanakan pada waktu Dia ditinggikan di kayu salib. 'Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut' (1Kor 15: 26).

Semua orang takjub akan semua yang dilakukan Yesus. 'Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'.  Semua orang bangga akan pelayanan Yesus, Orang Nazaret itu.  Tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 

 

Collatio :

Kita bukanlah orang-orang Nazaret. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, walau kita tidak melihat dengan mata kepala sendiri segala yang dilakukan oleh Yesus. 'Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya' (Yoh 20: 29). Iman inilah yang kita hayati bersama. Kita percaya memang Yesus Orang Nazaret itu sungguh Allah dan sungguh Manusia. Dia Allah sang Enpunya kehidupan yang menjadi manusia, sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa.

Berkat kematian dan kebangkitanNya, kita semua menjadi anak-anak Allah, anak-anak terang. Karena itu, Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Tesalonika meminta kita semua untuk selalu berjaga dan siap sedia memberi pertanggunganjawab bila Dia memintanya. 'Kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam; dan kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Berjaga-jaga dan sadar untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia' (1Tes 5).

Dan sebagai GerejaNya yang satu dan kudus, Paulus juga meminta kita untuk saling meneguhkan satu sama lain. 'Nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan'.  Keselamatan adalah soal pribadi, tetapi sungguh baik, kita yang telah disatukan sebagai GerejaNya saling meneguhkan, bahkan kalau kita melihat saudara kita jatuh dalam dosa, kita harus siap sedia mengingat dan menegurnya, sebaliknya kalau dia datang meminta maaf, kita harus siap mengampuninya tujuh puluh kali tujuh kali (Mat 18:22).

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, Engkau menyebut kami 'bahagia' sebab dengan iman kami percaya bahwa Engkaulah Tuhan Allah sang EmpuNya kehidupan.

Karena kasihMu yang begitu besar, Engkau rela menjadi manusia sama seperti kami, kecuali dalam hal dosa, hanya untuk menyelamatkan kami. Mampukan kami, ya Yesus, agar kamipun semakin peka dan peduli terhadap sesama kami yang membutuhkan kami.   

Santo Gregorius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio:

'Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening