Selasa dalam Pekan Biasa XXIII, 10 September 2913


Kol 2: 6-15  +  Mzm 145  +  Luk 6: 12-19





Lectio :

Pada suatu hari pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
 

 
Meditatio :

'Yesus memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat'.
Itulah para murid yang ditunjuk oleh Yesus. Mereka adalah para Rasul, soko guru Gereja. Semuanya dilakukan Yesus  setelah semalam-malam Dia berdoa di sebuah bukit.  Yesus tentunya mengenal mereka masing-masing; dan mereka bukanlah para kudus, sebagaimana kita bayangkan sekarang ini. Sedikit banyak kita tahu karakter mereka, teristimewa Petrus, Yohanes dan Yakobus, Tomas dan Yudas Iskariot. Mengapa yang dipilih Yesus bukanlah orang-orang yang suci dan sempurna? Tidak adakah orang-orang yang lebih baik dari mereka? Mengapa Yesus hanya memilih laki-laki saja menjadi muridNya? Apakah Yesus juga terkena pengaruh dunia patriakhal? Mengapa Yesus tidak mau merombaknya?
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Kita dapat membayangkan jumlah orang yang begitu besar. Mereka itu berasal dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Bagaimana mereka semua tahu dan berkumpul di tempat itu? Adakah acara khusus pada waktu itu, dan pada saat yang sama itulah Yesus datang? Kalau semua hanya ingin menjamah Yesus, karena memang ada kuasa yang keluar daripadaNya, lalu apa peran keduabelas murid yang dipanggil secara istimewa?



Collatio :

Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah, Yesus berdoa sebelum memilih murid-muridNya, di bagian lain juga Yesus mengajarkan doa yang tidak bertele-tele, doa Bapa Kami, kepada para muridNya, pada saat di taman Getsemani Yesus juga berdoa agar kehendak Bapa yang terjadi bukan kehendakNya sendiri. Berdoa berarti kita sedang berbicara dengan Tuhan, berbicara dari hati ke hati, artinya kita harus menyadari bahwa kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan dan Dia maha tahu segala yang menjadi kebutuhan kita. Doa dari hati nampak dari sikap tenang dan keseriusan bukan dengan banyaknya kata yang bertele-tele seperti yang Yesus katakan tadi. 

Tak dapat disangkal, berkat keduabelas Rasul, kita semua mengenal Kristus Yesus. Merekalah sokoguru Gereja. Paulus dalam suratnya kepada umat di Kolose (bab 2), meminta kita semua: 'hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur'.
Paulus mengajak kita semua berpegang setia kepada Kristus, 'sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kita telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa; karena dengan Dia kita dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kita turut dibangkitkan juga oleh kepercayaan kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati'.
 

 
Oratio : 

Ya Yesus, seringkali kami berdoa dengan begitu banyak kata-kata dan permohonan tanpa memberi kesempatan sedikitpun kepada Engkau untuk berbicara, ampunilah kami dan ajarilah kami untuk berpasrah dan berserah diri kepadaMu dalam doa kami, agar kehendakMu dan bukan kehendak kami yang terjadi.   Amin  


 
Contemplatio :

'Pada suatu hari pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah'.

 
 











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening