Selasa dalam Pekan Biasa XXV, 24 September 2013

Ezr 6: 14-20  +  Mzm 122  +  Luk  8: 19-21






Lectio :

Suatu hari ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

 

 

Meditatio :

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'.

Itulah komentar tanggapan Yesus terhadap orang-orang yang memberitahukan bahwa ibu dan saudara-saudaraNya datang. Karena mereka tidak dapat mencapai Dia mengingat orang banyak, mereka memberitahukan: 'ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau'.

Kenapa Yesus berkata demikian? Tidak adakah cara yang lebih halus lagi untuk berkata-kata? Bila ada maksud baik lain, tidakkah persoalan pertama bahwasannya ibu dan saudara-saudaraNya, harus diterima lebih dahulu? Tak dapat disangkal, Yesus membuka wawasan baru persaudaraan sejati adalah persaudaraan yang berasal dari Allah, karena memang semua orang diciptakan oleh Allah dan menjadi milik Allah. Sering terjadinya sekat-sekat batas yang membedakan satu dengan lainnya karena seseorang sulit menerima orang lain yang berbeda dengan dirinya. Keakraban bisa terjalin karena merasa sama-sama satu budaya dan bangsa, sama-sama satu agama dan kepercayaan, sama-sama satu asal dan daerah, sama-sama satu profesi dan status, sama-sama mempunyai kepandaian dan kekayaan. Persaudaraan sejati adalah persaudaraan dengan semua orang yang memang sama-sama diciptakan dan milik Allah.

Allah adalah cinta kasih. Kiranya semua orang yang mengaku diri mengenal Allah terpanggil untuk melakukan cinta kasih terhadap Tuhan dan sesama. Kristus Tuhan yang telah menjadi manusia dan akan menikmati kemuliaan sejati, mengundang semua orang untuk menikmati keselamatan itu bila memang semua orang berani mendengarkan dan melaksanakan sabda dan kehendak Tuhan Allah Bapa di surga. Sebagaimana Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, dan memang hanya itulah kehendak Allah Bapa, demikian juga semua orang akan menikmati keselamatan bila mereka dan kita semua melaksanakan segala yang dilakukan Yesus. 'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan sabda Tuhan Allah dan melakukannya'.

Apakah yang dilakukan raja-raja Koresh dan Persia adalah wujud persaudaraan sejati, yang merangkul semua bangsa bukan Yahudi ambil bagian dalam pembangunan rumah Allah di Yerusalem (Ezr 6)?

 


Oratio :    

Ya Yesus Kristus, kami ingin sekali beroleh selamat, kami ingin selalu hidup dalam persaudaraan sejati. Bantulah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin memahami kehendakMu sebagai tersurat dalam Kitab Suci.  Amin.

 


Contemplatio :

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan sabda Tuhan Allah dan melakukannya'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening