Senin dalam Pekan Biasa XXII, 2 September 2013

1Tes 4: 13-17  +  Mzm 96  +  Luk 4: 16-30




Lectio :

Pada suatu hari Yesus datang datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

 

Meditatio :

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

Inilah tugas perutusan yang diterima Yesus, dan sungguh-sungguh disadariNya. Tugas perutusan itu panggilan hidup seorang Nazaret, anak Maria dan Yusuf, Anak seorang tukang kayu. 'Roh Tuhan ada pada-Ku. Yesus sungguh sadar bahwa Dia datang sebagai seorang Utusan Bapa di surga, tetapi Dia tidak seorang diri. Roh Allah yang hidup selalu hadir dalam diriNya. Dia tahu bahwa Dia diutus 'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin', yakni mereka yang tidak berdaya dan membutuhkan bantuan. 'Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan', bukannya bagi tawanan perang atau mereka yang tersangkut perkara kriminal, melainkan mereka yang tertawan dalam belenggu dosa dan kuasa kegelapan. Orang Nazaret ini mau menjadi Penyelamat bagi orang-orang yang tidak mempunyai penolong. Yesus mengingatkan: hanya dalam nama Tuhan sang Empunya kehidupan, semua orang beroleh selamat. Yesus membawa dan memberi 'penglihatan bagi orang-orang buta', yakni mereka yang tidak mampu melihat mana yang benar dan baik, hidup terlalu gelap bagi mereka; juga 'untuk membebaskan orang-orang yang tertindas' Dia datang, yakni mereka yang tenggelam dalam kesusahan dan kesengsaraan; mereka diingatkan, bahwa hidup ini tidak berhenti di sini dan hanya hari ini; hidup sekarang ini adalah sebuah perjalanan panjang. Pengharapan akan kehadiran Allah akan menguatkan mereka dalam memanggul salib kehidupan ini.  Anak Manusia juga akan 'memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Sebab memang Dia sang
Empunya kehidupan itu tidak berada jauh di sana, melainkan ada di antara kita dan tinggal di tengah-tengah kita umatNya.

Kemudian Ia menutup kitab itu, dan memulai mengajar mereka. 'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya', tegas Yesus.  Sebab memang sabda, yang disampaikan melalui Yesaya dalam Perjanjian Lama itu, kini benar-benar terpenuhi dengan kehadiran Anak Manusia. Kehendak dan kemauan Tuhan Allah terpenuhi seluruhnya dalam kehadiran sang Anak tunggal Bapa. KepadaNyalah, Aku berkenang, sabda Bapa sendiri. Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.  Dia mengajar sungguh-sungguh sebagai Orang yang penuh wibawa dan kuasa.

'Bukankah Ia ini anak Yusuf?', seru beberapa orang yang meragukan diriNya. Yesus, yang tahu isi pikiran umatNya, segera menyikapinya dengan berkata: 'tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!'. Keragu-raguan mereka ternyata telah jauh-jauh muncul, dan bukannya baru hari-hari ini. Itulah yang sepertinya menjadi alasan bagi Yesus untuk tidak mengadakan banyak mukjizat di daerah asalNya, dan itulah yang dituntut orang-orang pada waktu itu untuk menyembuhkan dirinya. Orang-orang Nazaret bukanlah orang-orang miskin, bukan pula orang-orang buta dan tertindas; walau tak dapat disangkal, mereka semua sebenarnya orang-orang yang miskin buta dan tertindas, tetapi mereka tidak mau menyadari siapakah dirinya. 'Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di daerahNya sendiri, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka' (Mrk 6: 5-6).

Yesus mempertajam ketidakmampuan mereka dengan berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya, dan kata-Ku ini benar: pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri, tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'. Kehendak Tuhan Allah selalu baik adanya, tetapi tak jarang keengganan banyak orang yang menghalangi diri mereka sendiri untuk menikmati kehadiranNya. Hal itulah yang dialami oleh janda-janda dan orang-orang kusta di Israel, sebaliknya mereka, orang-orang yang tidak termasuk dalam bangsa pilihan boleh menikmati kehadiranNya, yakni Naaman dan janda Sarfat.

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka semua tahu siapakah yang dimaksudkan dalam penyataan Yesus itu. Keterangan Yesus sungguh-sungguh menohok mereka; mereka adalah orang-orang yang tidak mau dikasihi oleh Allah. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu; tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Yesus tidak mau mati secara sia-sia di tangan manusia. Bagaimana mungkin seorang Tuhan mati di tangan manusia, yang serakah dan mau menangnya sendiri? Bagaimana mungkin seorang Tuhan dibinasakan oleh umatNya sendiri?

 

 

Collatio :

Kita bukanlah orang-orang Nazaret. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan sang Empunya kehidupan. Kepercayaan mendatangkan rahmat dan berkatNya; kepercayaan mendatangkan keselamatan. Paulus secara isitimewa mengingatkan kita semua bahwasannya  'barangsiapa percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia' (1Tes 4: 14).

Apakah kita sadar, bahwa kita ini adalah orang-orang miskin? Mungkin kita tidak berkekurangan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita adalah orang-orang yang selalu menghadapi aneka problema kehidupan, yang mana satu belum selesai, yang lain sudah datang dan menumpuk-. Apakah kita mampu menghadapi semuanya itu? Apakah kita berani emmnita bantuan Dia yang dating unuk kaum miskin, yang membebaskan orang-orang tawanan dan membawa sukacita bagi yang buta? Kalau Dia yang adalah Tuhan ada di pihak kita, mengapa masih banyak orang menduakanNya?

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang guna membebaskan kami dari kuasa dosa dan kegelapan. Engkau datang, tapi tidak jarang kami malahan melarikan diri daripadaMu. Kami tak jarang seperti orang-orang Israel,  orang-orang yang tidak mau merasakan belaskasihMu.   

Yesus, lembutkanlah hati dan budi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio:

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening