Senin dalam Pekan Biasa XXIV, 16 September 2013

1Tim 2: 1-8  +  Mzm 28  +  Luk 7: 1-10






Lectio :

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

 

 

Meditatio :

Ada yang membingungkan dalam cerita ini, atau mungkin soal terjemahan yang menggunakan kata yang kurang pas. Dia satu pihak, 'ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya', tetapi di lain pihak, ketika Yesus datang dia berkata: 'Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'. Di satu pihak meminta Yesus datang, tetapi ketika datang sungguh, dia menjadi kaget dan terheran-heran.

Namun tak dapat disangkal, dia sang perwira telah menunjukkan kerendahan hati yang begitu mendalam. Pertama,  dia begitu menaruh perhatian kepada  seorang hambanya. Dia begitu bertanggungjawab akan keselamatan hambanya. Perwira ini begitu menaruh perhatian kepada sesamanya, tidaklah begitu dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang kita renungkan dalam Injil hari Minggu kemarin. Mereka tidak menaruh perhatian kepada mereka yang berdosa, mereka hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.  Kedua,  dengan jujur dia mengakui keberadaan dirinya. Dia memang seorang perwira yang mempunyai prajurit, tetapi dia tetap harus taat kepada seseorang yang menjadi atasannya. Kesadaran untuk mentaati seseorang yang memang kepadanya kita harus mempercayakan diri adalah suatu bukti kedewasaan diri. Dia mampu menempatkan diri di mana dia berada.

'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!' tegas Yesus yang menyatakan kekagumanNya kepada perwira itu. Kerendahan hati adalah ungkapan iman yang sungguh-sungguh nyata dalam hidup sehari-hari, sebab kerendahan hati menunjukkan keberundukan diri seseorang kepada sang Penguasa hidup. Kaum Israel sebagai bangsa terpilih, bangsa milik Allah seharusnya merasakan sunggguh bahwa diri mereka dimiliki Allah, tetapi mereka tidak mau merasakannya. Seseorang yang merasakan dimiliki oleh Allah pasti  akan selalu berani berserah diri kepadaNya.

Setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

 

 

Oratio :              

Ya Yesus Kristus, perbaruilah iman kami selalu, agar kami kedapatan setia sampai kahir hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening