Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 Nopember 2013

Why 7: 2-14  +  1Yoh 3: 1-3  +  Mat 5: 1-12

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'.

 

 

 

Meditatio :

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'.

          Yesus memuji bahagia orang-orang yang miskin di hadapan Allah, mereka yang berduka, yang lemah lembut, mereka yang lapar dan haus, yang murah dan suci hatinya, yang membawa damai, mereka yang dianiaya, dicela dan difitnah. Mereka mendapatkan pujian, bukannya Yesus setuju bahwasannya mereka dalam keadaan berduka dan dianiaya, melainkan Yesus memberi harapan yang menjanjikan mereka, agar mereka tidak putus asa, tetapi sebaliknya semakin setia dalam berbagi kasih dan damai, serta dalam memanggul salibnya yang berat itu. Mereka dipuji bahagia, karena mereka mengkondisikan diri untuk mampu memandang Allah dengan kesucian hati dan jiwa, sebab bagaimana mungkin seseorang dapat menikmati kehadiranNya bila dia tidak membiarkan diri dipimpin dan disucikan jiwanya oleh Allah. Berbahagialah mereka yang disebut anak-anak Allah karena mereka bersikap dan bertindak seperti Allah sendiri yang murah hati.

Kita semua telah diangkat menjadi anak-anak Allah, bukan karena kita telah berhasil meniru dan meneladan Allah, sehingga kita telah merasa berjasa di hadapanNya; kita menjadi anak-anak Allah semata-mata karena kasih karunia Allah Bapa sendiri yang dilimpahkan kepada kita (1Yoh 3: 1). Injil hari ini malah mengajak kita untuk menyatakan keberadaan diri kita sebagai anak-anak Allah bila kita berani membawa damai bagi sesama, sebagaimana Kristus sendiri selalu membawa sukacita dan damai bagi umatNya. Keberanian dan kesetiaan kita menyatakan keberadaan diri sebagai orang-orang pilihanNya benar-benar akan membuat 'kita menjadi sama seperti Dia,  dan kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya' ( ay 3).

Hari ini adalah hari raya para Kudus, yakni mereka yang telah mengalami sukacita surgawi. Mereka adalah orang-orang yang telah menikmati akhir jaman secara pribadi bersama Allah Bapa di surga. 'Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba' (Why 7: 14). Mereka menikmati semuanya itu, karena mereka telah setia memasuki pintu sesak, sebagaimana kita renungkan kemarin Rabu. Mereka adalah orang-orang yang telah menikmati perjamuan surgawi.

 

 

Collatio :

          Dari antara para Kudus tentunya ada yang sudah kita kenal, karena mungkin mereka adalah anggota keluarga kita, sanak kerabat atau kenalan kita. Hari ini mereka kita hormati secara istimewa, karena mereka pun ingin agar kita menikmati kehadiranNya yang menyelamatkan. Hari raya para Kudus sepertinya memenuhi permintaan orang kaya yang menginginkan agar semua orang menikmati sukacita sebagaimana yang dialami Lazarus (bdk Luk 16: 27-28), sebab memang tentunya kita adalah orang-orang yang merindukan persekutuan denganNya.




Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar kami mempunyai kerendahan hati dan menjadi miskin di hadapanMu, sehingga dapat setia dalam memanggul salib kami masing-masing serta tetap berani menjadi pembawa damai bagi sesama kami.   Amin




Contemplatio :

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga'.

 

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018