Jumat dalam Pekan Biasa XXVI, 4 Oktober 2013


Bar 1: 15-22  +  Mzm 79   +  Luk 10: 13-16






Lectio :

Pada waktu itu Tuhan Yesus mengecam beberapa kota, kataNya: 'celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.

 

 

Meditatio :

'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung', tegur Yesus. Demikianlah dengan Khorazim dan Betzaida. Mereka banyak menerima kebaikan Tuhan, tetapi tidak ada pertobatan sedikitpun.  'Pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu'. Ketidakmauan bertobat mendatangkan hukuman bagi diri seseorang. 'Demikian juga engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!', tambah Yesus. Sekali lagi, ketiga kota mendapatkan banyak kasih dan perhatian dari Yesus, tetapi sedikitpun mereka tidak mau mendekatkan diri kepada Tuhan, dan melakukan segala kebaikan terhadap sesama. Ketiga kota sekaligus menjadi tanda peringatan bagi semua orang yang hendak mendapatkan pewartaan ketujuhpuluh murid; pewartaan Kerajaan Allah harus segera disampaikan kepada semua orang, karena kehendak Allah bahwa semua orang beroleh selamat.

Apakah Tuhan Yesus bersikap pamrih?

Tuhan Yesus itu penuh kuasa dan kekal. Segala sesuatu adalah milikNya. Ia sempurna adaNya, dan tidak berkekurangan. Dia malahan melimpahkan berkat dan rahmatNya kepada setiap orang, agar mereka menikmati sukacita. Karena kasih, Dia memberi dan memberi kepada umatNya. Allah hidup dalam kelimpahan, sehingga Dia tidak akan meminta balas jasa dari umatNya; walau tak dapat disangkal, Tuhan Allah kita adalah Allah yang egois. Allah kita begitu egois, karena Dia menghedaki, agar semua orang menaruh perhatian hanya kepadaNya. Dengan tegas Yesus menyatakan: 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku' (Mat 10: 38). Allah bersikap egois, karena memang keselamatan hanya ada di dalam Dia. Hanya dalam nama Tuhan Yesus ada keselamatan; di luar Tuhan, tidak ada keselamatan. Warta Kerajaan Allah harus segera diterima, karena memang Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat, dan tidak seorang pun binasa.

Untuk maksud itulah, Yesus menegaskan kepada para muridNya: 'barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'. Pewartaan Kerajaan Allah harus diterima oleh semua orang. Peringatan bahwasannya mereka diutus bagaikan anak domba ke tengah-tengah kawanan serigala, kiranya tidak menyurutkan hati dan budi mereka, karena tugas perutusan mereka amatlah luhur dan mulia, dan tugas perutusan itu ada dalam kendaliNya sendiri. Ketujuhpuluh murid membawa Dia yang mengutusnya, dan Dia adalah dalam diri mereka.

 

 

Collatio :

Kiranya kecaman terhadap Khorazim, Betzaida dan Kapernaum tidak dikenakan juga oleh Tuhan Yesus kepada kita. Sebab kita selama ini terus berusaha dan berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan sang Empunya kehidupan. Keteledoran kita dalam mendengarkan sabdaNya telah mengingatkan kita semua, bahwasannya di luar Tuhan Yesus, kita tidak mampu banyak berbuat apa-apa, ataupun mungkin kita dapat melakukan aneka kebaikan terhadap sesama, tetapi kita tetap merasa kering dan jenuh kehidupan, karena memang kita tidak mendapatkan percikan air kehidupan.

'Hanya dalam Tuhan ada keadilan, dan pada kita ini banyak kejahatan'. Inilah seruan Barukh yang sadar diri akan segala kebaikan Tuhan dan ketidakmampuan hidup yang cenderung jatuh dalam dosa. Kiranya seruan Barukh ini mengajak kita untuk terus berani bersandar kepada Tuhan yang berbelakasih, apalagi pelbagai kasih karunia yang dilimpahkan Tuhan itu dimaksudkan untuk memberanikan setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Dia sang Penguasa kehidupan ini; tentunya terlebih lagi kalau kita menyadari bahwa kita 'telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, yakni oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal' (1Pet 1: 23).

 

 

 

Oratio :     

Ya Tuhan Yesus, buatlah kami hari demi hari semakin menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu, sebab memang hanya padaMu kami harus berserah, dan tanganMulah yang selalau membantu dan menolong kami.

Santo Fransiskus, doakanlah kami, agar kami berani menyimpan harta hidup kami dalam Kerajaan Surga, tempat di mana ngengat dan ulat tidak akan memakannya. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung'.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet