Jumat dalam Pekan Biasa XXVII, 11 Oktober 2013

Yoel 2: 1-2  +  Mzm 9  +  Luk 11: 15-26





Lectio :

Pada suatu kali ketika Yesus mengusir setan dari seseorang, ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

 

 

 

Meditatio :

'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'.

Inilah penegasan Yesus kepada orang-orang yang mengikuti Dia. Sebab mereka semua meragukan Yesus, Anak Manusia.  Ada di antara mereka yang mengatakan: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'. Adakah jeruk makan jeruk, masakan Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul,  dan 'jika setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh, demikian juga iblis, jika mereka terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?'.  Kuasa kegelapan bukanlah makhluk yang bodoh; mereka juga mampu memperhitungkan lawan yang dihadapinya. 'Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'; kiranya konsep ini juga dimengerti oleh mereka.

Malahan tak dapat disangkal, 'apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula', disadari sungguh oleh kuasa roh jahat. Kuasa kegelapan bukanlah makhluk-makhluk yang bodoh.

Ketahuilah, 'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'. Masakan Aku yang diutus Bapa di surga bekerjasama dengan kuasa kegelapan untuk membinasakan mereka. 'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apa lagi pengikut-pengikutmu mengusirnya?',  ancam Yesus kepada mereka. 'Mereka yang akan menjadi hakim kalian'.

 

 

Collatio :

Yesus terang-terangan melawan orang-orang yang menolak kebenaran dan meniadakan kehadiran Kerajaan Allah. Entah mengapa mereka menolak kehadiran Tuhan Yesus sang Empunya kehidupan.  Konsep apakah yang mereka miliki tentang kehadiran Kerajaan Allah.

'Hari TUHAN telah datang, hari itu sudah dekat; suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang' (Mal 2: 1-2). Inilah konsep sementara tentang datangnya hari Tuhan. Hari yang menggetarkan banyak orang. Apakah kehadiran Dia yang tidak mengagetkan dan menggetarkan banyak orang, dan terjadi pengusiran kuasa kegelapan disertai tanda-tanda lahiriah membuktikan adanya kerjasama dengan kuasa kegelapan? Apakah mereka menuduh Yesus sedang mengadakan politisasi bersama kuasa kegelapan? Kiranya tidak akan ada persekutuan itu, sebagaimana yang sering terjadi dalam dunia politik karena kepentingan pragmatis dalam mengejar kuasa.

'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'; dan ini semua dinyatakan secara tegas dengan keberanian Yesus menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia, sebab 'musuh yang terakhir, yang dibinasakanNya ialah maut' (1Kor 15: 26).

 


Oratio :               

Ya Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sering tegar hati dalam menanggapi Engkau.  Berilah kami hati yang sepenuhnya percaya akan kuasaMu, kuasa yang berasal dari Allah sendiri yang melampaui kuasa apapun di dunia ini.   Amin

 

 

Contemplatio :

'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet