Kamis dalam Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2013


Rom 3: 21-30  +  Mzm 130  +  Luk 11: 47-54





Lectio :

Suatu hari Yesus menegur mereka yang ada di sekelilingNya: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

 

 

Meditatio :

'Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya'.

Inilah penegasan Yesus akan kemauan baik orang-irang Farisi yang mempercantik makam para nabi. Apakah penegasan Yesus ini telah dipahami jah-jauh sebelumnya oleh mereka? Kemauan baik mereka mempercantik makam para nabi berarti mereka mengamini tindakan para nenek moyang mereka dalam menghabisi nyawa para nabi. Apakah tidak salah lagi, kalau orang-orang Farisi membiarkan makam para nabi itu berantakan? Sepertinya Yesus bertumpu pada penolakan umatNya terhadap kehadiran para nabi, dan bukannya kehadiran para nabi sendiri yang diutusNya. Apakah penyataan Yesus hanya memfokuskan diri pada kedegilan hati orang-orang Farisi yang sekarang dihadapiNya, sebab ketidakmauan mereka menerima Anak Manusia, tidak ubahnya sebagai penolakan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka terhadap para nabi. Tidak ada faedahnya sebenarnya mempercantik makam para nabi; tidak ada faedahnya membersihkan cawan dan pinggan hanya bagian luarnya saja, sebagaimana kita renungkan kemarin.

'Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah'. Pembalasan atas perilaku nenek moyang mereka, juga akan mereka terima, 'Aku berkata kepadamu: semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini'. Pembalasan Allah akan mereka terima, bila memang mereka juga bertindak seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka; dengan demikian permintaan Yesus bagi orang-orang Farisi amatlah jelas.

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi', sambung Yesus kepada para ahli Taurat. Mereka memang mempelajari hikmat Allah dalam kitab suci, tetapi mereka tidak mau mempraktekkannya; malahan ketulusan hati banyak orang yang memang mau belajar hidup dari mereka, mereka halang-halangi dengan kemunafikan hidup yang mereka lakukan.

Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya. Inilah kenyatan hidup yang dihadapi oleh Yesus dalam keseharian perjalanan hidupNya, mereka banyak menghalangi Yesus, karena mereka beranggapan keselamatan datang melalui hokum Taurat. Mereka tidak bisa menerima spiritualitas hidup baru yang dikomandani oleh Guru, Orang Nazaret, sebaliknya mereka menolak dan melawanNya.

Kita memang bukan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Kiranya penegasan Paulus bahwasannya keselamatan datang karena iman kepercayaan kepada Tuhan kita Yesus (Rom 3), menjadi peneguhan bagi kita bersama. 'Tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Oleh karena itu, manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat'.

 

 

Oratio :    

Ya Yesus, ajarilah kami untuk selalu bertobat dan bertobat kepadaMu. Amin.

 

 

Contemplatio :          

'Celakalah kamu juga, jika kamu telah mengambil kunci pengetahuan; tetapi kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010