Pesta Santo Lukas, 18 Oktober 2013


2Tim 4: 10-17  +  Mzm 145  +  Luk 10: 1-9





Lectio :

Suatu hari Yesus menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu".

 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Injil inilah yang kita renungkan beberapa hari lalu. Ada yang memperkirakan Lukas termasuk dari ketujuhpuluh murid yang diutus pergi berdua-dua itu. Sejauhmana kebenarannya, tidaklah diketahui dengan pasti; tapi tak dapat disangkal, seperti dikatakan Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius (4: 11), Lukas adalah salah seorang yang setia dalam mendampingi Paulus dalam pengajarannya. Diperkirakan, Lukas, berasal dari Antiokhia dan berprofesi sebagai seorang dokter. Ia menjadi seorang murid dari para rasul dan kemudian mengikuti Paulus hingga kemartirannya. Setelah melayani Tuhan secara terus-menerus, hidup selibat dan tanpa anak, serta dipenuhi dengan Roh Kudus, ia wafat di usia 84 tahun.

'Sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'. Kiranya pesan Yesus ini menyempurnakan panggilan Lukas yang memang menaruh perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Dia mengajak banyak orang untuk semakin memahami kemurahan dan kelembutan hati Tuhan sang Empunya kehidupan, yang memang datang untuk mencari orang yang sakit dan bukannya orang sehat. Kerajaan Allah datang bukanlah seperti gambaran kita tentang raja yang memerintah dan berkuasa, di mana setiap orang harus merunduk kepadanya. Kerajaan Allah adalah sebuah kondisi bahwasannya semua orang mengakui dan percaya akan kerahiman dan kemurahan hati Tuhan, yang mampu menjadikan semua baik adanya. Saudara dan saudari kita yang sakit akan selalu merasakan penghiburanNya, karena mereka percaya bahwasannya dalam memanggul salib kehidupan yang berat itu, mereka tidak sendirian. Allah mendampinginya selalu.




Oratio :     

Ya Yesus, bantulah kami, agar mampu melihat dan percaya bahwa Engkaulah yang memiliki segalanya, sehingga kami selalu setia dan hanya mengandalkan Engkau di dalam hidup kami ini.   

Santo Lukas, doakanlah kami. Amin




Contemplatio :            

'Kerajaan Allah sudah dekat padamu'

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010