Rabu dalam Pekan Biasa XXIX, 23 Oktober 2013

Rom 6:  12-18  +  Mzm 124 +  Luk 12: 39-48



 


Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

 

 

Meditatio :

'Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan'.

Penegasan agar para murid selalu berjaga-jaga kembali dinyatakan Yesus. Yesus meminta para muridNya berjaga, agar mereka dapat mempertahankan diri, agar selamat, dan tidak ada sesuatu yang hilang daripadanya. Janganlah kita kehilangan sesuatu, karena kelengahan diri kita sendiri. 'Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar', tegas Yesus. Siapkah di antara para murid, termasuk kita, yang mau kehilangan sesuatu yang kita miliki, terlebih kalau itu nyawa kita.

'Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang',  tambah Yesus. Kalau kemarin ditegaskan para hamba yang setia akan mendapatkan pelayanan dari sang tuannya, hari ini Yesus menegaskan: 'Aku berkata kepadamu, tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Kesetiaan seseorang akan mendatangkan kepercayaan dari Tuhan Allah sendiri. Dia mendapatkan kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang luhur dan mulia; dia mampu melakukan sesuatu yang hebat, yang tidak diperkirakan sebelumnya. Inilah suatu anugerah yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan sang Empunya kehidupan kepada setiap orang yang mau berjaga, yang menghayati imannya.

Anugerah yang indah dari Tuhan itu adalah sekaligus suatu tugas yang harus dipertanggunjawabkan. 'Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'. Dalam pekerjaan kita sehari-hari tuntutan semacam itu memang sungguh terjadi. Semakin tinggi sesorang menduduki jabatan, dia mempunyai tugas tanggungjawab yang berat dibanding dengan mereka yang berada dalam koordinasinya; terlebih-lebih lagi bila kepercayaan dan tugas itu diberikan sendiri oleh Tuhan Allah yang mahakasih.  Namun tak dapat disangkal, kita semua memang harus berani mempertangungjawabkan hidup kita kepadaNya. 'Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah. Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Rom 14: 11-12); dan bukankah kita memang adalah orang-orang yang 'telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran' (Rom 6: 18). Bukankah kita adalah orang-orang yang tahu berterimakasih kepada Tuhan yang selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya. Hendaknya kita dikalahkan oleh orang Samaria yang telah disembuhkan dari sakit kustanya itu (Luk 17).

 


Oratio :             

Ya Yesus, mampukanlah kami untuk selalu siap sedia dalam hidup, agar tidak ada sesuatupun yang hilang dari kami, dan pada saatnya nanti Engkau datang, kami boleh menikmati anugerahMu yang indah.    Amin





Contemplatio :          

'Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018