Rabu dalam Pekan Biasa XXVII, 9 Oktober 2013

Yun 4: 1-11  +  Mzm 86  +  Luk 11: 1-4





Lectio :

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

 

 

Meditatio :

Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya'.

Itulah permintaan para murid kepada Yesus sang Guru. Apakah Yesus selama ini tidak pernah mengajari para murid berdoa? Mengapa Yesus tidak mengajarkan suatu hal yang mendasar dalam hidup rohani? Mengapa para murid juga baru meminta sekarang ini? Mengapa para murid membandingkan diri mereka dengan keberadaan para murid Yohanes? Apakah mereka merasa minder dengan murid Yohanes Pembaptis?

'Apabila kamu berdoa, katakanlah demikian', tegas Yesus kepada mereka.

Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, sebab memang hanyalah Bapa yang harus dikuduskan oleh setiap ciptaanNya. Karena memang hanya Dialah kudus. Dialah yang menyelamatkan umat manusia, maka hanya kepadaNyalah pujian dan hormat harus dilambungkan. Yesus mengarahkan kepada Bapa di surga, karena memang Dia yang mengutus sang Putera ke dunia guna menyelamatkan umat manusia. Datanglah Kerajaan-Mu, sebab Engkau sendiri menghendaki semua orang berani berserah diri kepadaMu. Engkau akan meraja di tengah-tengah kami, bila Engkau menghendakinya, sebab tak jarang umat manusia lebih mengikuti kecenderungan insani yang mencari kepuasan jiwa.

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya. Engkau memang telah memberikan segala sesuatu dalam tangan manusia, semenjak dunia Engkau jadikan. Namun mengingat ketidakberdayaan kami, kami mohon bantuan dan pertolonganMu, ya Bapa. Kami percaya, Engkau Mahabaik dan Mahapengasih, Engkau tidak akan menelantarkan kami sendiri dalam berusaha dan berusaha.

Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; sebab kami percaya pengampunan dosa hanya berasal daripadaMu, Engkaulah sang Empunya kehidupan ini. Kami memang berusaha dan berusaha untuk selalu memaafkan kesalahan sesama, walau jujur kami akui bahwa semuanya itu amat sulit kami lakukan. Kiranya pengampunan dosa yang engkau limpahkan kepada kami semakin menyemangati kami dalam berbagi kasih terhadap sesama kami.

Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, bebaskanlah ya Tuhan, Bapa di surga, karena memang kami amat lemah dan tak berdaya. Jagalah kami, sebab memang kami sudah berpaling daripadaMu, terlebih bila terpesona akan hal yang memberikan kepuasan insani kami.


 

Collatio :

          Doa Bapa Kami mengajar para murid, kita semua, untuk semakin berani mengandalkan kekuatan dari Tuhan. Kita diminta memuji dan meluhurkan Bapa di surga, karena memang hanya kepada Dialah kita harus mengarahkan hati dan budi kita. Dialah sang Pencipta mulia. Berkat dan kehadiranNya akan selalu membahagiakan kita semua. Konsekuensinya adalah agar kita berani mengikuti kehendak dan kemauanNya. KerajaanNya akan hadir bila memang kita berani merundukkan diri di hadapanNya; kita harus berani membiarkan Dia meraja atas diri kita.

Kiranya aneka peristiwa Yunus yang diceritakan kepada kita hari ini (Yun 4: 1-11) menjadi bahan permenungan yang indah. Dia ternyata melarikan diri dari Tuhan, karena tidak menghendaki bila Tuhan Allah bersikap penuh kasih terhadap orang-orang yang telah berdosa. 'Aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya'. Yunus tidak menghendaki Allah berbuat baik kepada umatNya.

Untuk kedua kalinya Yunus juga marah dan menggerutu kepada Tuhan, karena pohon ara yang tumbuh di dekatnya itu tiba-tiba mati. Allah berfirman: 'engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?'. Kehendak Tuhan Allah tidak memberi kepuasan kepada maksud dan kemauan Yunus. Kalau Yunus saja menyayangi pohon jarak itu, apalagi Tuhan tentunya akan lebih menyayangi umat Niniwe yang memang lebih berharga dan mulia daripada pohon jarak itu.

'Layakkah engkau marah?'. Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk mengajukan protes kepadaNya. Namun, kalau kita marah kepadaNya, pernahkah Tuhan berbuat salah kepada kita atau kita bertindak lebih tepat dan benar daripada tindakanNya, sehingga kita menuntut kepadaNya?

Datanglah KerajaanMu sungguh-sungguh terjadi bila kita membiarkan Allah, geraja dalam hidup kita, dan bukannya kita yang merajai hidup kita sendiri. Makanan sehari-hari akan terpenuhi, bila kita memang mau meminta bantuan dari Tuhan, agar Dia membantu dan meneguhkan segala usaha dan karya kita. Aneka cobaan pun akan kuat kita hadapi, bila memang kita mau menjadikan Dia sebagai Benteng kehidupan kita. Doa Bapa Kami, bukanlah sekedar doa permohonan, melainkan sebaliknya sebuah doa yang mengajak kita untuk membiarkan diri dibimbing dan dipimpin oleh Allah Bapa.


 

Oratio :    

Tuhan Yesus Kristus, curahkanlah rahmat pengampunanMu ke dalam hati kami, agar kamipun mampu untuk mengampuni mereka yang berbuat salah kepada kami.  Amin

 


Contemplatio :

'Kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018