Sabtu dalam Pekan Biasa XXIX, 26 Oktober 2013

Rom 8:  1-11  +  Mzm 24 +  Luk 13: 1-9




Lectio :

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.  Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

 

Meditatio :

'Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?' tegas Yesus kepada orang-orang yang ada di sekelilingNya. Hal ini ditegaskan, karena beberapa orang datang dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban. Mereka diperlakukan demikian oleh Pilatus, karena mereka adalah orang-orang berdosa. Mereka yang datang itu beranggapan demikian, karena memang mereka ini bukan anak-anak bangsa; mereka bukannya menyesalkan dan prihatin akan tindakan keji itu, malahan seakan-akan mereka membenarkan tindakan Pilatus, sang penjajah bangsa. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak mempunyai hati, seringkali mereka berasal dari komunitas-komunitas yang merasa diri superior dalam memandang sesamanya. Janganlah kiranya ada di tengah-tengah kita ini komunitas-komunitas seperti ini.

'Demikian juga sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?'. Sebuah kecelakaan ataupun tindakan semena-mena bisa saja terjadi dan diterima oleh seseorang, bukan karena dia telah berdosa, melainkan itulah resiko dari sebuah perjalanan hidup yang terikat ruang dan waktu. Segala sesuatu bisa saja terjadi, karena kita hidup bersama di tengah-tengah aneka ciptaan yang sama-sama mempunyai keterbatasan dan kelemahan; bukannya dengan berhati-hati mengingat keterbatasan diri, malahan secara sengaja hendak mencelakakan sesamanya. Kecelakaan tidak diinginkan oleh siapa pun juga, tetapi de facto  tidak bisa dihindari oleh siapapun.

Namun tak dapat disangkal, semuanya itu bisa secara sengaja terjadi pada kalian, 'jikalau kamu tidak bertobat', sambung Yesus. Pertobatan selalu mendekatkan diri kepada keselamatan, karena memang dia membiarkan diri dikuasai oleh sang Pemilik hidup, sebaliknya keengganan seseorang untuk bertobat akan mengarahkan dia kepada kebinasaan. Keengganan seseorang untuk bertobat berarti sebuah tindakan yang mencelakakan diri.

Apakah ucapan Yesus ini sebuah ancaman? Tuhan Yesus sepertinya membiarkan segala sesuatu terjadi pada umatNya, terlebih  mereka yang tidak mau menerima tawaran keselamatan daripadaNya. Jujur saja, Allah sepertinya memaksa  setiap orang untuk menerima tawaran keselamatan, bahkan tak segan-segan Dia pernah meminta para murid untuk mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan kepada mereka yang melawan dan menolak kabar keselamatan yang diwartakan (Mat 10), tetapi sekaligus Dia tidak mampu dan tak berdaya berbuat apa-apa, bila ada orang-orang, yang tidak mau menerima keselamatan yang dilimpahkan kepada umatNya.

Tawaran Allah yang selalu mengajak umatNya untuk mendapatkan keselamatan diungkapkan Yesus sendiri dalam perumpaan tentang seorang tuan kebun anggurnya, yang sudah tiga tahun datang mencari buah pada pohon ara yang ditanamnya, tetapi tidak menemukannya; dia mengusulkan supaya ditebang saja pohon itu, tetapi sebaliknya sang pengurus kebun anggur  memintanya untuk membiarkan pohon itu tumbuh satu tahun lagi, dia akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberinya pupuk, siapa tahu tahun depan berbuah. Kesabaran dan kesetiaan si pengurus kebun anggur itulah yang menggambarkan kesetiaan Allah, yang tak pernah berhenti dalam mengajak dan mengajak setiap orang untuk berani memperbaiki relasi dengan Bapa di surga, sang Empunya kehidupan ini. Allah mengajak, karena Allah menghendaki setiap orang beroleh selamat.

 

 

Collatio :

Tuhan Yesus Kristus tiada henti-hentinya mengajak setiap orang untuk berani bertobat dan bertobat, terlebih-lebih kepada kita semua, yang telah membiarkan diri menjadi milikNya, berkat sakramen baptis yang kita terima daripadaNya. Kepemilikan Kristus haruslah kita tampakkan dengan pembiaran diri hidup dalam Roh.   Hidup dalam Roh harus kita pilih dan kita hayati, karena 'keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera'. Dalam suratnya kepada umat di Roma ini, Paulus mengingatkan kita semua agar berani mengambil salah satu pilihan saja, yang tentunya yang mendatangkan keselamatan. Satu harus dipilih, sebab 'keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, dan barangsiapa hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah' (Roma 8).

Apakah Yesus tidak mempertobatkan umatNya seperti yang dialami Saulus? Tidak tertutup kemungkinan memang Allah akan mempertobatkan seseorang sebagaimana yang dialami oleh Saulus. Saulus memang mengejar-ngejar para murid Yesus, karena memang dia bertindak atas nama hukum Taurat, dan bukannya atas kemauan diri. Kiranya kita juga berani merenungkan diri kita: apakah Tuhan juga akan bertindak sama, seperti yang dilakukan terhadap Saulus, bila ada orang yang secara sadar memang melawan dan menolak Allah? 'Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian', kiranya jangan dilontarkan Tuhan kepada kita.

 


Oratio :                        

Ya Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesetiaanMu yang tiada henti mengampuni kami yang sering melawan kehendakMu, biarlah itu mampu menghasilkan buah pertobatan dalam hidup kami ini.   Amin




Contemplatio :                     

'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet