Sabtu dalam Pekan Biasa XXVI, 5 Oktober 2013


Bar 4: 5-12  +  Mzm 69   +  Luk 10: 17-24






Lectio :

Pada waktu itu ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

 

 

Meditatio :

'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu',  seru ketujuhpuluh murid yang pulang dari tugas perutusannya. Mereka bergembira karena mereka mampu melakukan sesuatu yang luar biasa, berkat kekuatan yang diberikan oleh Tuhan Yesus.  'Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit', kata Yesus membenarkan ucapan bahagia mereka. Bersyukurlah selalu, sebab 'Aku memang telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu'. Yesus memang pernah menyatakan bahwa mereka diutus bagaikan anak domba ke tengah-tengah serigala, tetapi Yesus tidak pernah menyatakan tentang adanya kuasa yang diberikan kepada mereka. Mereka diutus oleh sang Guru, tetapi Dia tidak membiarkan mereka berjalan sendiri. Yesus memang tidak pernah berteriak-teriak, karena Dia telah melimpahkan berkat kepada umatNya. 'Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'. Penyataan Yesus ini mengingatkan, agar mereka tidak hanya berbangga karena mereka dapat melakukan sesuatu yang luar biasa, melainkan karena berani melakukan kehendak Dia yang mengutus mereka. Keberanian mereka melakukan sabda dan kehendakNya, memungkin nama mereka tercatat dalam Kerajaan Surga.

'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'. Ucapan syukur disampaikan Yesus kepada Bapa di surga, karena para murid telah kembali, dan mereka telah melakukan segala yang diperintahkanNya. Mereka bukanlah orang-orang pandai, mereka bukanlah orang-orang yang ahli dalam kitab suci, tetapi mereka benar-benar berani melakukan semua yang diperintahkanNya, walau mereka harus menghadapi kawanan serigala yang buas.  Semua bisa dan dapat mereka  lakukan, hanya karena penyertaan dan belaskasih Allah. Mereka berani pergi diutus karena mereka percaya kepada Anak Manusia yang ada di tengah-tengah mereka. Mereka semua berani melakukan segala yang hebat dan luar biasa, hanya memang karena kemauan Allah.

'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya', kata Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri.  Apakah mereka tahu apa yang dimaksudkanNya? Apakah mereka mengerti bahwa Yesus berbicara tentang diriNya? Apakah mereka sadar bahwa selama ini mereka telah melihat dan mendengar sang Mesias Putera Allah yang hidup, sebagaimana dirindukan oleh banyak nabi?

 

 

 

Collatio :

Para murid diajak bersyukur kepada Tuhan sang Pencipta langit dan bumi, karena mereka selama ini boleh melihat dan mendengarkan Dia yang telah menjadi manusia. Banyak hal yang indah yang mereka nikmati, yang memang selama ini hanya menjadi dambaan dari orang-orang benar dan para nabi. Kini mereka diperkenankan melihat dan mendengarkan Dia yang diutus Bapa di surga, bahkan mereka mendapatkan kesempatan unutk berkumpul dan makan bersama dengan Dia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Kita pun adalah orang-orang yang beruntung, karena boleh melihat dan mendengarkan Dia sang Empunya kehidupan. Kita pun diijinkan mengikuti perjamuan bersamaNya dalam perayaan Ekaristi. Kitab Barukh yang diperdengarkan kepada kita hari ini mengingatkan, agar kita yang mudah jatuh dalam kuasa dosa karena kelemahan insani untuk tidak henti-hentinya berjuang dan berjuang bangun kembali menikmati kehadiranNya. Dengan tegas Barukh mengatkan: 'seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu'  (Bar 4: 28-29). Allah memang tidak memperhitungkan segala dosa dan kesalahan yang kita perbuat, asalkan kita berani bertobat dan berbalik kepadaNya. Namun tak dapat disangkal, kejatuhan insani kita seringkali menuntut diri agar kita berani berbalik sejauh kita telah meninggalkan Dia. Tuntutan hidup sehat, sebagaimana dikumandangkan di hari pangan sedunia,  tidaklah terlalu berat bagi mereka yang selalu menjaga kesehatan badan, tetapi tidaklah demikian mereka yang telah jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Memang benar, berbahagialah mata yang telah melihat, dan berbahagialah telinga yang telah mendengar.

 

 

 

Oratio :     

Tuhan Yesus, Engkau selalu memberi yang terindah bagi hidup kami. Tak jarang Engkau memperhatikan kami selalu. Ajarilah kami hari demi hari agar semakin peka akan perhatian dan kasihMu kepada kami. Ajarilah kami juga untuk menjadi orang-rang yang berani bersyukur dan berterima kasih kepadaMu.  Amin.

 

 

Contemplatio :

'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018