Sabtu dalam Pekan Biasa XXVIII, 19 Oktober 2013

Rom 4: 13.16-18  +  Mzm 105  +  Luk 12: 8-12



Lectio :
Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."
 
 
Meditatio :
'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah, tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah', tegas Yesus. Keberanian untuk mengakui diri sebagai pengikut Kristus adalah sebuah prasyarat juga untuk mendapatkan perhatian dari Yesus sang Penyelamat. Sebab memang, bagaimana seseorang tidak mengakui dirinya sebagai murid Kristus Tuhan, padahal dia benar-benar dengan setia mendengarkan sabdaNya, dan ingin beroleh keselamatan. Adalah sebuah resiko untuk menerima aneka tantangan, kerena keikutsertaannya mengikuti sang Empunya kehidupan; sebab memang Yesus pada waktu itu banyak mengubah cara hidup dengan ajaran baru, yakni cinta kasih Allah dan sesama yang memang menghantar seseorang hidup lebih baik dan penuh sukacita. Penolakan terhadap mereka oleh saudara dan saudari, sanak kerabat dan handai taulan, karena kesetiaan mengikuti Kristus Tuhan adalah sebuah salib yang harus dipanggul bagi setiap orang. Mengikuti Kristus berarti harus berani meninggalkan yang lain, yang bukan Kristus.
'Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'. Tidak ada kuasa yang dapat menghalang-halangi kasih Kristus (Rom 8). Melawan orang-orang yang dikasihiNya berarti melawan Dia yang mengasihi umatNya. Berhadapan dengan orang-orang yang dikasihiNya berarti berhadapan dengan Dia yang mengasihi umatNya.
 'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni', tambah Yesus. Dia memang Allah yang Mahapengasih, panjang sabar dan penuh kasih setia, namun begitu Yesus menunjukkan kerelaan hatiNya untuk tidak diterima, ditolak dan bahkan dianiaya, sebagaimana kehendak Allah Bapa di surga, kendati demikian dengan tegas Yesus menyatakan bahwa penolakan mereka adalah sebuah perlawanan dan penolakan terhadap Tuhan Allah sang Pencipta dan Empunya kehidupan ini. Perlawanan terhadap kehendak Allah adalah perlawanan terhadap Roh Allah yang kudus, perlawanan yang tidak akan diampuni; sebab bagaimana akan mendapatkan pengampunan, bila Dia yang hendak mengampuni dan mengasihi dilawan dan ditolak. Dosa tidak terampuni, karena memang menolak Dia yang mengampuni.
 


Collatio :
            Karena kepercayaan kepada Kristus Tuhan, banyak orang mendapatkan aneka tantangan dan rintangan; bukan saja para murid yang hidup semasa Yesus, tetapi juga kita sekarang ini. Tak jarang, karena iman kepercayaan kepada Kristus, seseorang mendapatkan kesulitan dalam melakukan segala sesuatu, padahal yang hendak dikerjakan adalah hak azasi hidupnya. Ada banyak orang mengalami kesulitan untuk berdoa bersama-sama sebagai komunitas ataupun kesulitan untuk mendirikan tempat ibadat? Memang bangsa kita enggan dan sulit menerima orang lain yang berbeda dengan kita; sebaliknya kita mengharapkan agar semua orang sama dengan kita.
            Sedikit banyak adanya tantangan mengingatkan kita semua bahwa beriman berarti berjalan mendaki gunung Karmel, atau memanggul salib, yang memang hari demi hari semakin berat dan melelahkan. Adanya tantangan dimaksudkan semakin memurnikan iman kepercayaan kita kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan: ada apa dan mengapa kita percaya kepadaNya? Apa yang kiita cari dengan percaya dan mengikuti kehendakNya?
 
Oratio :          
Ya Yesus, berilah kami keberanian agar selalu berani mengakui Engkau di depan sesama kami. Dampingilah kami agar kami selalu melakukan hal-hal yang baik dan benar sesuai kehendakMu. Amin



Contemplatio :         
'Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah.'
 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010