Selasa dalam Pekan Biasa XXIX, 22 Oktober 2013

Rom 5:  12-21  +  Mzm 40 +  Luk 12: 35-38




Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka".

 

 

Meditatio :

Kalau hari minggu kemarin ditanyakan: jika Anak Manusia datang, masih percayakah kalian kepada Tuhan, masih setiakah kalian pada iman kalian, hari ini Yesus meminta setiap orang untuk berani berjaga dan menantikan kedatangan sang Anak Manusia. 'Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala,  sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya'. Berjaga sampai kedatangan sang tuan rumah, memang tidak ubahnya kita diminta setia selalu percaya dan berharap kepadaNya sampai Dia datang. Berjaga dan menanti-nantikan kedatangan seseorang adalah hal yang membosankan dan melelahkan; sebuah pekerjaan yang memang bukan pekerjaan sambilan, atau sebaliknya kita berjaga sembari melakukan pekerjaan lain; berjaga-jaga dan menantikan dia yang akan datang itulah pekerjaan pokok, yang tidak bisa dikerjakan sembari melakukan pekerjaan lain. Jika Anak Manusia datang, masih percayakah kalian kepada Tuhan, masih setiakah kalian pada iman kalian adalah sebuah pertanyaan yang menantang, karena memang percaya itu adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kesetiaan.

'Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang', tegas Yesus. Yesus memuji orang yang berjaga dan setia dalam menantikan kedatangan sang tuannya. Kenapa? Sebab  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka'.   Bukannya mereka yang akan melayani sang tuannya yang telah datang, malahan sebaliknya tuannya akan melayani mereka. Anak Manusia akan datang, dan akan langsung melayani dan memperhatikan orang-orang yang dengan setia menantikan kedatanganNya. Orang-orang yang setia dalam iman kepercayaannya akan beroleh rahmat dan berkat dari Tuhan sang Empunya kehidupan. Kesetiaan mendatangkan berkat, terlebih kalau kita ingat akan kata-kata Paulus, sebagaimana dinyatakan kepada umat di Roma (5: 20-21), yakni: 'di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita', kita akan semakin hari semakin berani percaya dan bersandar kepada Tuhan sang Empunya kehidupan ini.

 

 

 

Oratio :      

Ya Yesus, ajarilah kami menjadi orang-orang yang percaya akan kehendak dan sabdaMu.  Amin.

 




Contemplatio :             

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka'.   

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010