Selasa dalam Pekan Biasa XXVIII, 15 Oktober 2013

Rom 1: 16-25  +  Mzm 19  +  Luk 11: 37-41





Lectio :

Suatu hari ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".

 

 

Meditatio :

Banyak orang heran, khususnya sang tuan rumah yang mengundang Yesus makan, sebab Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.  Mereka diam saja tidak mau menegurNya, tetapi tak dapat disangkal mereka tercengang dan terheran-heran. Tidak mencuci tangan sebelum makan adalah tindakan yang menajiskan, dan bukannya demi kesehatan. Bagi orang-orang Farisi, dan orang-orang Yahudi pada umumnya, yang menajiskan hidup seseorang adalah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan bukannya yang keluar (Mat 15: 18). Yesus yang tanggap akan situasi, segera berkata: 'kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan'. Yesus memang sengaja tidak membasuh tanganNya, bukan karena Dia tidak tahu ada istiadat, melainkan karena mempunyai maksud tertentu. Yesus mengecam mereka, karena mereka menekankan sikap dan tindakan lahiriah daripada sikap hati yang mereka miliki. Mereka mengutamakan soal-soal lahiriah, seperti cuci tangan sebelum makan atau cuci kaki sebelum masuk rumah, padahal mereka begitu garang melakukan kejahatan terhadap sesama, dan dengan liciknya melakukan kemunafikan hidup. Mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang dan tak segan-segan menelan rumah para janda. Yesus tentunya amat setuju dengan tindakan mencuci tangan sebelum makan, tetapi kiranya tidak mengabaikan lainnya, terlebih dalam menguduskan jiwa dan hati.

'Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Penegasan Yesus ini meminta, agar setiap orang juga memperhatikan pengudusan dan kebersihan jiwa, selain kebersihan diri. Menjaga adat istiadat dan juga menjaga kesehatan amatlah penting, tetapi kiranya semua tindakan itu masih sebatas pengalaman insani seseorang, dan belum masuk ranah pengudusan jiwa dan bathin seseorang. Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu. Penegasan Yesus ini hendak menyatakan bahwa penekanan hal yang ritual dan kasad mata kiranya tidak mendatangkan rahmat dan berkat dari Tuhan sang Empunya kehidupan ini, yakni Dia yang menjadikan bagian luar, dan juga yang menjadikan bagian dalam.



Collatio:

'Di dalam Injil nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: orang benar akan hidup oleh iman'. Inilah penegasan Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma. Dia mengajak semua orang untuk semakin mengenal Allah, dengan memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya, dan bukan sebaliknya

menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk, dan melupakan Pencipta yang harus dipuji selama-lamanya (Rom 1: 16-25).

          Perlawanan diri terhadap kebenaran berarti perlawanan terhadap Injil. Demikian juga sikap dusta, tidak lain dan tidak bukan, adalah kemunafikan diri, yang lebih mengutamakan segala yang tampak dari luar dan mengabaikan kemurnian diri, sebagaimana yang dikecam Yesus dalam Injil hari ini. Kiranya pesan santa Teresa Yesus yang kita peringati hari ini juga meneguhkan kita: 'kemajuan jiwa tidak terletak dalam banyaknya berpikir, melainkan dalam banyak mencinta', sebab dengan mencintai sesama, seseorang berusaha menemukan Allah yang hadir dalam diri sesamanya; dengan mencintai, seseorang berusaha membuka diri terhadap saudara-saudarinya, dan bukannya menutup diri dengan aneka kegiatan yang menipu diri.

 


Oratio :    

Ya Yesus, bantulah kami, agar tidak jatuh dalam kemunafikan yang hanya memperhatikan sikap lahiriah, tetapi menjadi sesuatu yang lebih mulia dalam menjalankan kewajiban iman kami.     Amin

 

 

Contemplatio :          

'Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet