Selasa dalam Pekan Biasa XXX, 29 Oktober 2013


Rom 8:  18-25  +  Mzm 126  +  Luk 13: 18-21

 




Lectio :

Pada waktu itu pergilah Yesus berkata: "seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."

Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

 

 

Meditatio :

Kecil itu indah. Kata-kata kiasan ini kiranya tepat juga kita kenakan pada kedua Kecil itu indah. Kata-kata kiasan ini kiranya tepat juga kita kenakan pada kedua perumpamaan yang disampaikan Yesus tentang Kerajaan Allah. 'Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya ataupun seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya'.

Kehadiran Kerajaan Allah memang tidak hanya dirasakan dalam hal-hal yang menakjubkan dan fantastis, tetapi lebih hadir dalam kesederhanaan yang jarang mendapatkan perhatian banyak orang. Kecil dan sederhana, tetapi mempunyai kekuatan yang luar biasa; itulah yang digambarkan dalam biji sesawi dan sepotong kecil ragi. Keberadaan biji sesawi dan ragi itu mampu dinikmati banyak orang, sekaligus mengubah yang ada sekarang ini menjadi lebih baik dan berguna bagi yang lain. Yang kecil dan indah itu ternyata menghadirkan masa depan yang memberikan harapan.

Kecil itu indah. Namun janganlah kita membayangkan yang sederhana dan remeh itu menyenangkan hati banyak orang sekarang ini, sebaliknya malahan banyak ditinggalkan orang, terlebih bila yang kecil adalah pengalaman yang pahit dan menyakitkan. Paulus mengajak kita semua untuk siap sedia menanggung salib kehidupan sekarang ini yang seringkali tidak mengenakkan itu dengan penuh kesabaran dan kesetiaan, karena memang semuanya itu akan mendatangkan berkat. 'Aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita' (Rom 8). Inilah keyakinan Paulus yang mengajak orang setia dalam panggilan hidupnya. 'Dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Demikian juga kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita'.

Keyakinan Paulus amatlah besar. Penyataan Paulus ini seperti membalik kenyataan hidup sekarang ini. Dia berani melihat bahwa keselamatan yang akan diberikan oleh sang Mesias itu sungguh indah dan luar biasa; yang semuanya itu hanya bisa dilalui dengan keberanian menerima salib kehidupan, yang dilihatnya sebagai bagian kecil dari hidup ini, sekedar biji sesawi, sekedar ragi, yang mengarahkan hidup setiap orang pada keselamatan.

 

 

Oratio :                       

Yesus Kristus,  bantulah kami agar dapat menjadi seperti biji sesawi yang mampu memberikan perlindungan dan rasa aman bagi orang-orang di sekeliling kami, sehingga mereka dapat merasakan kehadiranMu dalam diri kami.   Amin





Contemplatio :                    

'Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018