Senin dalam Pekan Biasa XXVIII, 14 Oktober 2013



Rom 1: 1-7  +  Mzm 98:1-4 +  Luk 11: 29-32




Lectio :
Suatu hari ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
 
 
Meditatio :
'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain seperti tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini', tegas Yesus kepada orang-orang yang mengeliliNya. 'Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam' (Mat 12: 40). Penegasan Yesus ini hendak menyatakan bahwa memang Yesus adalah Yunus baru, sebab memang secara sengaja Dia turun ke alam maut, bukan mengalami kebinasaan, melainkan secara sengaja hendak membongkar dunia orang mati dan melimpahkan kehidupan baru. Sebagaimana Allah adalah kekal, demikianlah  seluruh umat manusia yang diciptakan sesuai dengan citraNya, hendaknya kekal adanya.
Kebaruan diri sebagai Yunus, karena memang secara sengaja Yesus turun ke alam maut, dan bukannya karena melarikan diri sebagaimana yang dilakukan Yunus terhadap umat Niniwe. 'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit' (Mrk9: 31). Yesus adalah Anak Manusia yang diserahkan pada tangan manusia, dan Dia adalah Anak Allah yang membuat manusia menjadi anak-anak Allah. 'KehadiranNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, telah dinyatakan jauh-jauh oleh nabi-nabi-Nya sebagaimana tersurat dalam kitab-kitab suci, dan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Dialah Yesus Kristus Tuhan kita', sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (1: 2-4). Kebaruan Yunus karena Yesus memang adalah Pelaksana sabda dan kehendak Bapa di surga yang mengutusNya, dan bukannya seperti Yunus yang melarikan diri dari rencana dan kehendak Allah. Kebaruan Yunus, karena Yesus adalah Pendengar dan Pelaksana sabda Allah, dan bukan seperti Yunus sebatas pendengar sabda yang menipu diri (Yak 1: 22).
Kekurangan Yesus orang Nazaret, walau memang itu adalah kehendak Allah, yakni bahwa Dia tampil di dunia tanpa mau menggertakkan dunia semenjak awalnya. Dia tidak mampu membuat dunia gegap gempita karena kehadiranNya. 'Tidak ada berita dan tidak ada kata, suaraNya tidak terdengar; walau tidak dapat disangkal gemaNya terpencar ke seluruh dunia, dan perkataanNya sampai ke ujung bumi' (Mzm 19: 4-5); 'BintangNya telah kami lihat, dan kami datang untuk menyembah Dia' (Mat 2: 2). Keheningan diriNya membuat Anak Manusia ini dikalahkan oleh seorang anak manusia Salomo dan Yunus. Memang 'pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka, sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo; dan juga  orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya, sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, padahal sesungguhnya yang Ada di sini lebih dari pada Salomo ataupun Yunus'.
Tentunya kita nikmati kehadiranNya yang menyelamatkan itu, karena memang yang Ada di sini lebih dari pada Salomo ataupun Yunus.
 
 


Oratio :    
Yesus, ampuni kami yang tidak dapat menggunakan mata sendiri untuk melihat suatu tanda yang sebenarnya jelas memang nampak di tengah-tengah kami.Yesus Engkaualah Penyelamat kami. Engkau hadir di tengah-tengah kami.
Berbahagialah orang-orang yang selau bisa melihat kehadiranMu yang menyelamatkan itu. Amin
 
 

Contemplatio :         
'Sesungguhnya yang Ada di sini lebih dari pada Salomo ataupun Yunus'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010