Hari Minggu Pekan Biasa XXXI, 3 November 2013


Keb 11: 22-30  +  2Tes 1: 11-15  +  Luk 19: 1-10

 

 

 

Lectio :

Suatu hari  Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

 

Meditatio :

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang', tegas Yesus  menanggapi komentar banyak orang, bahwa  'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Mereka bersungut-sungut dan menggerutu, karena Dia sungguh-sungguh masuk dalam rumah Zakheus, si pemungut cukai ini. Sang Guru tidak hanya berkata:  'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu', malahan sebaliknya secara sengaja Dia masuk dan tinggal di rumah pemungut cukai, orang yang berdosa itu. 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'  (Mrk 2: 17). Hari itu telah terjadi keselamatan atas rumah Zakheus, karena dia membiarkan sang Empunya keselamatan datang dan tinggal di rumahnya.

Apakah hanya karena komentar orang-orang yang mengikutiNya, maka Yesus berkata demikian? Yesus berkata-kata demikian, pertama, karena Tuhan Allah selalu memperhatikan kerinduan umatNya.  Zakheus, sang kepala pemungut cukai, seorang yang kaya, yang memang tidak berkekurangan dalam hal ekonomi, masih mempunyai keinginan  'untuk melihat orang apakah Yesus itu'.  Keinginan yang amat sederhana inilah yang mendatangkan rahmat dan berkat baginya dan juga bagi setiap orang yang berani menyatakannya  dalam hidupnya. Allah selalu menaruh perhatian terhadap orang-orang yang merindukan kehadiranNya. Sekecil apapun kerinduan hati seseorang akan kehadiranNya selalu mendapatkan jawaban daripadaNya.

Bukankah Zakheus itu orang berdosa, mengapa Yesus menaruh perhatian kepadanya? Mengapa kaum pendosa mendapatkan perhatian?  Kiranya kesadaran rohani, yang ada sejak semula, menjadi permenungan kita bersama,  sebagaimana dikatakan dalam kitab Kebijaksanaan, bahwa: 'justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat.  Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan.  Bagaimana sesuatu dapat bertahan, jika tidak Kaukehendaki, atau bagaimana dapat tetap terpelihara, kalau tidak Kaupanggil?  Engkau menyayangkan segala-galanya sebab itu milik-Mu adanya, ya Penguasa penyayang hidup!' (Keb 11: 23-26).  Yesus mendatangi rumah Zakheus, bukan hanya karena kerinduannya untuk melihat sang Guru, tetapi juga karena Dia datang ke dunia hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya, agar semua orang beroleh selamat (Yoh 6: 37-40). Allah telah menciptakan semua, maka Dia juga mengasihi ciptaanNya; Yesus datang ke dunia guna mengkonkritkan sikap Allah yang penuh kasih itu.

'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat', seru Zakheus yang telah mendapatkan pahala yang luar biasa. Dia yang berujar semacam itu, karena memang dia telha menerima banyak, maka dia pun berani memberikan yang indah bagi sesamanya. Benarlah yang dikatakan oleh Yesus: 'Aku berkata kepadamu: dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih, tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih' (Luk 7: 47); dan inilah yang dilakukan Zakheus dengan berani memberikan tebusan bagi orang-orang yang telah diperlakukannya  secara tidak adil.

 



Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, semoga Engkau semakin memperdalam kerinduan kami akan kehadiranMu yang menyelamatkan. Kalau Zakheus yang berkecimpung dalam dosa masih sempat memandang Engkau, tentunya kami yang berusaha menggeluti hidup sesuai dengan kehendakMu, boleh menikmati kehadiran yang nyata dalam diri sesma kami.

Semoga kami siap mengasihi sesama sebagaimana Engkau selalu mengasihi kami.   Amin




Contemplatio :

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010