Hari Raya Kristus Tuhan Raja Semesta Alam, 24 November 2013


2Sam 5: 1-6  +  Kol 1: 12-20  +  Luk 23: 35-43

 

 

Lectio :

Ketika beragntung di salib, pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi". Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

 

 

Meditatio :

'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja', kata seorang penjahat yang percaya kepada Yesus, bahwa Dia memang adalah Raja. Raja yang memberi kehidupan dan keselamatan. Kalau si pengemis buta tahu dengan baik siapakah Orang Nazaret itu, bahwa Dia adalah Anak Daud (Luk 18: 38), seorang penjahat ulung yang memang patut disalibkan ini, malahan mengenal bahwa Yesus adalah Raja, yang menyelamatkan. Sebab ucapannya tadi menyatakan bahwa dia mengharapkan bahwa dirinya mendapatkan pengampunan dan keselamatan, bila memang Dia kelak datang merajai dunia. Si penjahat sepertinya tahu benar, bahwa Orang yang disalibkan di sampingnya ini adalah seorang Penyelamat. Mengakui Dia sebagai sang Penyelamat dan Raja adalah sikap kepasrahan dirinya terhadap sang Penguasa dan Pemilik kehidupan ini.

Kepercayaan si penjahat ini berbeda dengan ucapan para pemimpin bangsa: 'orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah. Mereka meremehkan dan menghina sang Mesias Penyelamat. Berbeda juga dengan prajurit-prajurit yang tidak percaya bahwa Dia itu Raja: 'jika Engkau adalah Raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!'. Juga berbeda dengan temannya sendiri: 'bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!', yang menertawakan Sang Penjahat Agung ini.

Selain ada kepercayaan, seorang penjahat itu juga mempunyai rasa takut kepada Allah. 'Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah', tegurnya kepada teman yang sama-sama telah jatuh dalam kejahatan dan dosa. Ternyata dia masih mempunyai jiwa pentobat dalam dirinya, tidak seperti temannya itu. Dia memang telah bersalah dan melakukan kejahatan. Dia telah berdosa, tetapi dia ingin kembali kepada Allah dan mohon supaya diingat oleh sang Raja.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus', sahut Yesus. Suatu rahmat dan berkat yang sungguh-sung melimpah diterima sang Raja Penyelamat ini. Bukan kelak dia mendapatkan keselamatan, hari ini juga dia menikmati keselamatan, karena memang Dia Yesus datang sebagai Raja, bukan kelak di akhir jaman, melainkan hari ini, sekarang ini juga Dialah Raja yang ada di tengah-tengah umatNya (bdk. Luk 7). Tuhan Allah tidak memperhitungkan segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan penjahat itu, Yesus malahan memastikan dia menikmati sukacita surgawi hari ini juga bersamaNya. Betapa bahagia orang yang dosanya tidak diperhitungkan Tuhan.

Yesus sang Empunya kehidupan dan Raja atas dunia seisinya, karena memang Dia Tuhan Allah yang datang ke dunia sebagai manusia lemah, sungguh-sungguh dinikmati kehadiranNya, ke-Raja-anNya, hanya bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Jatuh bangun seseorang dalam lembah dosa tidak menjadi perhitungan sang Penyelamat, asal seseorang mau bertobat dan kembali kepadaNya. Sebagaimana 'segala suku Israel yang datang kepada Daud dan memintanya menjadi raja, dan Tuhan juga menegaskan bahwa Dialah yang memang harus menjadi raja dan  menggembalakan umat Israel' (2Sam 5), demikianlah kerinduan setiap orang kepada Yesus sang Raja Penyelamat itu. Orang harus berani datang dan meminta Dia menjadi Raja atas hidup, dan sebaliknya membiarkan diri dikuasai dan dipimpin oleh sang Raja.

Mengapa kita harus membiarkan diri dipimpin oleh Kristus Tuhan? Kita harus berani membiarkan diri dipimpin olehNya, karena memang 'Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga' (Kol 1: 17-20). Sungguh beruntunglah bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.

 

 

 

Oratio :

         

Ya Yesus Kristus, Engkaulah Raja kami. Pimpin dan bentuklah kami agar kami beroleh keselamatan daripadaMu, sebab memang hanyalah Engkaulah Yang Kudus dari Allah.  Amin





Contemplatio :

 

'Sesungguhnya hari ini juga engkau ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening