Jumat Pekan Biasa XXXI 8 Nopember 2013

Rom 15: 7-21  +  Mzm 98  +  Luk 16: 1-8

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

 

 

Meditatio :

Aku harus hidup. Aku akan berusaha mencari cela-cela peristiwa kehidupan, yang masih mengijinkan aku menarik nafas hidup di dunia ini. Aku akan meringankan orang lain, agar mereka kelak berbalik membantu aku. Itulah kiranya ikhtiar seorang bendahara yang tidak jujur. Dia yang tahu betapa nikmatnya hidup di dunia itu, tidak mau semuanya itu berhenti karena kemauan orang lain. Aku yang hidup, maka aku sendirilah yang menghentikan hidupku. Tujuannya hanya satu yakni supaya dia bisa bertahan hidup.

Kegigihan seseorang dalam mencari sesuap nasi, demikianlah seharusnya perjuangan seseorang untuk mendapatkan keselamatan dari Surga. Aku harus selamat, apapun yang dikehendaki Dia yang memberi keselamatan akan aku penuhi.  Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya, demikianlah seharusnya anak-anak terang. Slogan inilah yang sepertinya hendak dipasang Yesus di gerbang Yerusalem, tempat berkumpulnya seluruh umat manusia di dunia ini. Yesus hendak mengingatkan bahwa manusia memang harus makan untuk memperpanjang hidupnya, tetapi hendaknya janganlah menimbun makanan. Setiap orang harus makan, tetapi janganlah menimbun makanan, sebab bukankah 'manusia hidup tidak hanya dari roti saja, tetapi malahan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah?' (Mat 4: 4).

Hendaknya tidak ada istilah cukup dalam perjuangan hidup ini. Hanya saja pengertian ini sebatas dipahami dalam mengejar kekayaan untuk menimbun makanan dan makanan; mereka tidak cukup hanya makan, tetapi makanan, padahal mereka selalu berdoa: 'berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya'  (Luk 11: 3). Ketidaksetiaan terhadap doanya sendiri inilah yang memang menjebloskan banyak orang jatuh seperti hamba yang tidak jujur tadi. Istilah cukup seharusnya dimengerti dalam mengejar keselamatan, walau bukan dimaksudkan mengijinkan untuk menimbun makanan dan makanan. Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya, demikianlah seharusnya anak-anak terang dalam mengejar kehidupan sejati. Aku harus selamat!

Kalau Paulus berkata: 'saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati', sebagaimana tertulis dalam suranya kepada umat di Roma (15: 14-21), dia merasa bangga dapat menghantar saudara dan saudarinya hidup lebih baik dan maju dalam tata keselamatan, tetapi dia belum merasa cukup bila hanya mengantar mereka mengenal Allah. Paulus ingin agar semakin banyak orang mengenal Kristus; untuk itulah dia berkata: 'karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus'. Paulus berkata demikian, karena memang tidak ada istilah cukup mewartakan Kristus bagi orang-orang Yahudi, tetapi sebaliknya agar semua orang, tanpa terkecuali, mengenal sang Empunya kehidupan itu sendiri.

Yesus meminta kita agar menjadi orang-orang yang ulet dalam mengejar keselamatan kekal.





Oratio :


Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk tidak menjadi tamak dalam mengejar harta duniawi, tetapi sebaliknya mampukanlah kami agar apa yang kami miliki itu dapat dipakai untuk semakin membawa orang lain juga pada keselamatan. Amin



 

Contemplatio :

'Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening