Jumat Pekan Biasa XXXIII, 22 November 2013


Mak 4: 36-59  +  Mzm  +  Luk 19: 45-48

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

 

Meditatio :

Terlalu mereka!

Para pedagang menggunakan seenaknya saja dan menjadikan bait Allah sebagai sarang penyamun. Bukankah 'Rumah-Ku adalah rumah doa', tegas Yesus marah terhadap mereka semua. Pengalaman Makabe kiranya sedikit memberi gambaran kepada kita semua: bagaimana kecintaan umat Allah akan baitNya yang kudus (1Mak 4). Tempat untuk berdoa malahan digunakan untuk melakukan kejahatan. Memang tak dapat disangkal bahwasannya banyak orang berjualan ternak di sekitar bait Allah guna membantu orang-orang yang hendak mempersembahkan kurban persembahan, tetapi saat itulah yang terjadi penindasan terhadap orang-orang yang bermaksud baik dengan mencekik mereka. Mereka mencekik orang-orang yang membutuhkan pertolongan mereka dengan menaikkan harga yang terlalu tinggi. Ada pemerasan dan ada ketidakadilan. Para pedagang bukanlah membantu malahan memeras dan menghalang-halangi banyak orang, khususnya kaum miskin untuk mempersembahkan kepada Tuhan. Mereka itu tidak ubahnya melemparkan barang kudus kepada anjing (Mat 7: 6), karena memang menggunakan sesuatu tidak sebagaimana mestinya, malahan tempat yang suci sebagai tindak kejahatan. Bilik-bilik penjara yang adalah tempat untuk bertobat, malahan dijadikan tempat untuk berjualan narkoba, yang memang membuat banyak orang marah, apalagi tentunya menjadikan bait Allah sebagai sarang penyamun.

Terpikat mereka!

Siapa mereka? Mereka yang pada saat itu berada di Yerusalem. Seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Mereka adalah representasi orang-orang yang merindukan keselamatan yang dari Allah. Keterpikatan mereka memang membawa sukacita, karena hanya dalam Dia ada keselamatan, dan semua orang ingin mendengarkan Dia selalu. Keterpikatan mereka menghalang-halangi 'imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel yang berusaha untuk membinasakan Dia'. Kiranya peristiwa ini memberi pembelajaran bagi banyak orang, kita semua, untuk semakin hari semakin meningkatkan semangat doa, yang akan membentengi diri kita sendiri dari segala kejahatan yang menghalang-halangi kita memandang dan menikmati kehadiranNya. Apakah kita berani berkata bahwa adanya kejahatan menandakan semangat doa umat beriman semakin luntur?

 

 

 

Oratio :

         

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin hari semangat hidup doa kami semakin baik dan dapat membentengi kami dari hal-hal yang tidak berkenan kepadaMu, agar sebagai baitMu kami ini boleh menjadi cermin bagi setiap orang yang ingin lebih dekat denganMu.  Amin





Contemplatio :

 

'RumahKu adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'.





 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening