Minggu Adven I, 1 Desember 2013


Yes 2: 1-5  +  Rom 13: 11-14  +  Mat 24: 37-44




Lectio :

Bersabdalah Yesus:  'Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga".



Meditatio :

'Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'. Inilah kesimpulan yang diberikan Yesus pada kedatanganNya yang kedua nanti. 'Sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, 
demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'. Pada jaman Nuh, mereka umat Allah tidak mau bertanya-tanya terhadap sang nabi: mengapa dia membuat perahu yang besar. Bukan saja mereka tidak mau bertanya, mereka pun tentunya sudah diajakNya, tetapi tidak mau mendengarkan suara panggilanNya (Kej 6-7). 

Demikian juga pada saat kedatangan Anak manusia. Dia memanggil dan memanggil. Dia malahan secara sengaja dan berani merangkul orang-orang berdosa supaya tobat, guna menunjukkan betapa besar kasih Allah yang tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan umatNya. Namun banyak orang berdiam diri. Tak ubahnya 'kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. (Mat 11: 17). Banyak orang acuh tak acuh. Maka akan terjadi bahwasannya: 'kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'. Penegasan Yesus sungguh-sungguh menyatakan bahwa akan ada pemisahan, yang dikarenakan adanya keinginan untuk beroleh selamat. Keinginan dari Allah sendiri yang menghendaki semua orang beroleh selamat, dan keinginan semua orang untuk hidup kekal.

Atas dasar keinginan inilah, Yesus meminta: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.  Kenapa kita harus berjaga-jaga? Kita diminta untuk berjaga-jaga dan bersiap sedia, 'karena  Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'. Berjaga-jaga seperti menantikan kedatangan seorang pengantin, sebagaimana yang dilakukan oleh kelima gadis bijak, walau tak jarang, malahan menjadi pilihanNya, bahwasannya kedatanganNya bukan dengan sorak-sorai yang mengagetkan banyak orang, melainkan Dia datang dan hadir dalam diri orang-orang yang hina (Mat 25).



Collatio :

Adven adalah masa penantian.
Penantian umat beriman akan datang sang Penyelamat untuk kedua kalinya yang akan membawa mahkota keselamatan. Dia yang dahulu pernah datang dengan memanggul salibNya yang kudus, kelak Dia akan datang kembali dalam kemuliaan yang penuh semarak. KedatanganNya kedua yang terjadi di akhir jaman memang perlu kita persiapkan, bukan untuk Dia, melainkan perlu bagi kita sendiri yang memang merindukan keselamatan.

Kenapa kita harus berjaga-jaga? Menurut Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma, kita harus berjaga-jaga karena  'sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Kita harus berani menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati' (13: 12-13). Kita diajak berjaga karena kita sudah dewasa, dan bahkan telah mengenal Dia dengan baik.





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selalu berani mengarahkan diri kami hanya kepadaMu. Sebab kami merindukan keselamatan daripadaMu. Amin.





Contemplatio :

'Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.












Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening