Peringatan Seluruh Arwah Orang beriman, 2 Nopember 2013


2Mak 12: 43-46  +  1Kor 15: 12-34  +  Yoh 6: 37-40

 

 

 

Lectio :

Suatu hari dalam doaNya Yesus berseru:  'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

 

 

Meditatio :

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.  Doa Yesus yang memberi peneguhan kepada setiap orang yang telah dipanggil olehNya dan datang kepadaNya. Bila kita memfokuskan kepada saudara dan saudari kita yang telah meninggal, kiranya kita tidak ragu dan tidak perlu mengkuatirkan keadaan mereka. Sebab iman kepercayaan kepada sang Empunya kehidupan menjadi jaminan sungguh untuk beroleh keselamatan. Bukankah  kita semua adalah orang-orang yang diberikan Bapa kepada sang Putera, karena kita percaya kepadaNya dan ambil bagian dalam kematian dan kebangkitanNya, kita pun telah memberanikan diri datang kepadaNya dengan mendengarkan sabda dan kehendakNya, bahkan menikmati perjamuan makan bersamaNya dalam Ekaristi kudus? Kita semua, orang yang datang kepadaNya, pasti tidak dibuangNya', sebab Dia yang telah memanggil, dan Dia pasti akan menerimanya.

Yesus memberi peneguhan bahwasannya yang dilakukan itu bukanlah kehendak Dia sendiri yang telah mendapatkan mandat untuk menerima semua orang yang datang kepadaNya, melainkan 'kehendak Dia yang telah mengutus Aku', tegasNya.  'Inilah kehendakNya, pertama, agar semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku  jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman, dan kedua, supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

Kedua permintaan Yesus sebenarnya hanyalah satu, yakni keselamatan hidup kekal. Sebab memang sebelum peristiwa kematian, setiap orang beroleh keselamatan yakni dengan berani mengalami dan merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup. Allah mendampingi segala karya dan usahanya. Kehadiran Allah sungguh-sungguh dirasakan, bukan hanya dalam peristiwa-peristiwa manis, melainkan juga peristiwa pahit dan tidak menyenangkan. Keselamatan yang membahagiakan itu akan terus dinikmati oleh setiap orang, walau sebentar terputus oleh kematian insani yang memang adalah kodrat setiap ciptaan, tetapi akan terlanjutkan secara otomatis karena kebangkitan badan setiap orang. Kebangkitan badan secara otomatis akan terjadi karena kepercayaannya kepada sang Mesias, Putera Allah yang hidup, yakni dengan ambil bagian dalam kematian dan kebangkitan sang Kehidupan itu sendiri.

Karena kepercayaan kepada Kristus semua orang akan dibangkitkan. Kebangkitan terjadi karena Kristus Tuhan; dan itulah yang dinyatakan Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus. 'Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.  Sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.  Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (1Kor 15: 20-23).

 

 

Collatio :

Bagi kita yang masih terikat dalam perjalanan waktu, sungguh wajar amat memahami peristiwa kematian. Kita yang terbiasa berjalan dalam ruang dan waktu, kematian tampak sebagai pemberhentian dalam suatu perjalanan yang mengarah kepada kebangkitan badan yang akan terjadi di akhir jaman. Pemberhentian hidup, karena seseorang tidak mampu mengadakan aktifitas sedikit pun, dia berhenti dalam suatu perjalanan. Namun tak dapat disangkal, pemberhentian inilah yang sekarang ini boleh juga kita sebut sebagai Api Penyucian, sebab setiap orang dipanggil kepada kekudusan dan keselamatan, dan setiap orang mempunyai kemampuan untuk menikmati keselamatan, karena setiap orang tercipta sesuai dengan gambar dan citra Allah. Dalam api penyucian setiap orang harus menjalani pemurnian dari segala kuasa maut. Seseorang disucikan dan dimurnikan bagaikan dalam pemurnian dalam tanur api, dan bukannya dalam limpahan air yang menyegarkan. Kepercayaan adanya api penyucian adalah bukti akan belaskasih Tuhan yang selalu memberi kesempatan bagi setiap umatNya menikmati pengudusan diri.

Mengingat ada kematian, maka setiap orang mengharapkan kebangkitan. Ini hal yang wajar, dan ini adalah sikap dan pikiran yang suci dan baik untuk mengharapkan kebangkitan bagi semua orang (Mak 12). Orang mengharapkan sesamanya beroleh keselamatan. Atas dasar inilah kita Gereja Umat Allah hari ini berdoa bagi mereka yang telah meninggal, agar mereka boleh menikmati sukacita illahi. Kiranya doa-doa kita menjadi tebusan bagi mereka yang masih berada dalam api penyucian.

Mereka yang telah layak dan pantas menikmati kehidupan abadi bersamaNya sepertinya mereka tinggal dalam persekutuan para Kudus, sebagaimana telah kita rayakan hari kemarin. Mereka adalah orang yang telah membersihkan pakaian hidupnya dengan darah Anak Domba, sebagaimana dikatakan dalam Kitab Wahyu.

Bagaimana dengan akhir jaman? Inilah perhitungan kita yang masih dalam perjalanan ruang dan waktu. Kita yang masih berziarah ini memang mengarah kepada akhir jaman; tentunya tidaklah demikian dengan mereka yang sudah tidak lagi terikat dalam ruang dan waktu. Mereka menikmati kemuliaan surgawi yang mengatasi daya insani setiap ciptaanNya.




Oratio :

 

Ya Yesus Kristus,  Engkaulah pokok pengharapan kebangkitan yang akan membawa kami untuk berjumpa dengan Allah dalam kehidupan kekal. Perbaharuilah selalu iman kepercayaan kami, agar kami pun siap mengamalkannya kepada sesama kami, sebab kami tahu Engkau sendiri menghendakinya.  Amin




 

Contemplatio :

'Barangsiapa melihat Anak dan percaya kepada-Nya akan beroleh hidup kekal, dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman'

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010