Pesta Pemberkatan Gereja Lateran, 9 Nopember 2013


1Kor 3: 9-17  +  Mzm 46  +  Yoh 2: 13-22

 

 

 

Lectio :

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

 

Meditatio :

 'Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan', tegur Yesus kepada para penjual burung merpati ketika didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang berjualan ria di dalam bait Allah. Keterlaluan memang orang-orang yang egois itu. Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Bolehkah Yesus marah? Dalam Perjanjian Lama, Yesaya malahan mengharapkan kecemburuan Allah melakukan segala sesuatu demi umatNya. Kasih tidak menutup kemungkinan seseorang menegur sesamanya. Kasih seorang ibu tidak membiarkan anak-anaknya masuk dalam jurang kesalahan; kasih seorang ibu akan menegur dan menghajar anak-anaknya. Demikianlah 'Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak' (Ibr 12: 6). Yesus melakukan semuanya itu, 'cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku'.

'Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?', komentar orang-orang Yahudi, sebuah komentar yang lumrah karena mendapat teguran.  'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali', sahut Yesus menanggapi komentar mereka, walau tak dapat disangkal tanggapan Yesus tidak dimengerti mereka semua. 'Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?'. Sebab yang dimaksudkan dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Yesuslah sang Imam Agung yang akan mengurbankan Kurban persembahan yang luhur dan mulia; Kurban itu adalah TubuhNya sendiri, yang menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Semuanya itu terjadi di kayu salib.




Collatio :

         

Hari ini adalah Pesta Pemberkatan Gereja Katedral Lateran, takhta uskup Roma yang sekaligus Paus bagi seluruh Gereja Katolik. Pesta hari ini, pertama-tama bukanlah soal bangunan antik nan megah, melainkan mengingatkan akan kesatuan Gereja Katolik dalam penggembalaan Sri Paus. Gereja dipilihNya menjadi sakramen keselamatan bagi dunia. Paulus semenjak awal telah mengingatkan kita semua akan keluhuran panggilan yang luhur dan mulia itu. 'Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah; kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu' (1Kor 3: 9.16). tugas yang luhur dan mulia inilah yang disandang oleh Gereja. Kiranya kesatuan hati kita dengan seluruh Gereja Umat Allah memampukan kita melaksanakan tugas perutusan kita sebagai sakramen keselamatan bagi dunia.

 

Walau tak dapat disangkal banyak anggota Gereja sekarang ini yang mencari kepuasan diri. Aku mendapatkan penghiburan illahi, aku mendapat dan mendapat, itulah yang mendapatkan tekanan, sedangkan panggilan sebagai sakramen bagi sesama tidaklah mendapatkan perhatian. Bersyukurlah kita bisa bekerja dan menjadi kenyang, tetapi hanya kita sendiri kenyang, dan orang lain mati kelaparan?

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, kami juga tanpa sadar sering menjadikan gereja sebagai ajang persaingan gengsi dan lahan bisnis, bantulah kami agar kami dapat menghargai dan memelihara kesatuan di mana Kristuslah yang menjadi Pemimpin kami.     Amin

 

 

Contemplatio :

'Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening