Rabu Pekan Biasa XXXIII, 20 November 2013


Mak 7: 20-31  +  Mzm 17  +  Luk 19: 11-28

 

 

 

Lectio :

Ketika itu Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

 

 

Meditatio :

Bisakah penolakan orang-orang terhadap sang bangsawan, yang dinobatkan menjadi raja atas mereka itu, merupakan penolakan bangsa Israel, umat milik Allah, kepada Kristus Tuhan yang memang hadir di tengah-tengah umatNya? Bukankah memang Dia adalah Anak Daud, yang membawa mahkota keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya? Tidakkah mampukah mereka melihat Anak Daud, sebagaimana yang dirasakan oleh si pengemis buta yang kita renungkan beberapa hari lalu?

'Semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku'.  Sebuah gambaran bahwasannya penolakan akan kebaikan Allah memang mendatangkan kebinasaan; bagaimana Allah akan menyelematkan mereka, bila memang mereka menolak dan melawanNya. Penolakan akan Allah tidak ubahnya sebagai peniadaan sang sumber kehidupan itu sendiri, yang pada akhirnya akan menjurus pada kebinasaan maut.

 'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya', tegas sang raja; dan memang itulah pesan utama dari perumpamaan yang disampaikanNya. Kemurahan hati Tuhan akan semakin dinikmati oleh orang-orang yang mau melakukan kehendakNya. Namun tak jarang, kemurahan hati Tuhan tidaklah sebatas rejeki yang dinikmati oleh indera manusia; ada  aneka kebajikan yang dinikmati oleh banyak orang dalam menanggapi hidupnya, di mana mereka mampu menjalani hidup kontemplasi dalam aneka peristiwa. Mereka mampu menampilkan kemurahan hati Tuhan sang Empunya kehidupan dalam menyapa dan merangkul sesamanya, terlebih mereka yang berkekurangan.

Banyak orang menyangka bahwa Ia sudah dekat Yerusalem, maka Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Banyak orang beranggapan seperti itu, karena memang orang menginginkan peristiwa yang monumental dalam perjalanan hidup ini. Orang tidak mampu dengan setia menanggapi pertumbuhan Kerajaan Allah, yang bagaikan tumbuhnya biji sesawi (Mrk 4: 26-29). Mereka hanya ingin melihat Yerusalem secara dekat, tetapi tidak mau dan enggan menikmati perjalanan menuju Yerusalem; walau tak dapat disangkal, perjalanan itu bisa-bisa dirasakan secara nyata oleh seorang ibu yang melihat dengan mata kepalanya sendiri: bagaimana anak-anaknya dibunuh, karena iman mereka kepada Tuhan (Mak 7). Namun keengganan dan penolakan manusia tidak mampu mengubah rencana dan kehendak Allah yang memang harus terpenuhi dan berpuncak di Yerusalem, dan setelah menyampaikan perumpamaan itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

 

 

 

Oratio :

         

Ya Yesus Kristus,  jadikanlah kami orang-orang yang setia kepadaMu. Ada putih ada hitam, ada manis ada pahit, ada basah ada kering, ada terang ada gelap. Itulah kenyataan hidup. Ajarilah kami setia dalam perjalanan hidup ini,  Amin






Contemplatio :

 

'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya'.

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening