Selasa Pekan Biasa XXXII, 12 Nopember 2013

Keb 2:23 – 3:9  +  Mzm 34  +  Luk 17: 7-10

 

 

 


Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

 

 

Meditatio :

'Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum,  dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum'. Itulah yang diucapkan seorang tuan kepada hamba-hambanya, yang memang bekerja untuknya. Dia berhak menyuruh ini dan itu, karena memang mereka secara sengaja mengabdi dan bekerja pada tuannya itu. Sang tuan tidak memperhitungkan keadaan para hambanya, dia hanya tahu segala kebutuhannya terpenuhi. 'Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?',  pasti tidak, karena memang para hambanya yang memerlukan dia, walau tak dapat disangkal, keduanya saling memerlukan.

Namun kita tidak berfokus pada relasi timbal balik antar mereka, yang tak dapat disangkal para hamba harus siap melakukan kehendak sang tuannya. Segala kebajikan para hamba tidaklah menjadi perhitungan sang tuannya, karena memang harus selalu melakukan yang baik bagi tuannya. 'Demikian jugalah kamu', tegas Yesus kepada para murid, kepada kita semua, 'apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'. Kesadaran bahwa kita hanya melakukan segala sesuatu dan kita tidak mampu menuntut balik kiranya menjadi pemahaman kita bersama dalam berbagi kasih dengan sesama. Tugas seorang hamba memang hanya melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan kepadanya. Kiranya pesan Yesus yang disampaikan dalam perumpamaan tentang pesta yang mengundang orang-orang yang tak berdaya menjadi peneguhan bagi kita dalam melakukan segala sesuatu (Luk 14: 12-14).

Segala sesuatu yang kita lakukan bila hanya bersandar pada kasih memang akan meringankan dan menenteramkan jiwa. Sebab kasih itu memberi dan memberi. Seseorang diajak untuk berani keluar dari dirinya sendiri, dan membantu menyelamatkan jiwa sesama. Saya mengasihi dan menghormati kamu, saya melindungi dan mendampingi kamu, saya siap membantu dan memberi kamu, bukan karena kamu, melainkan karena itulah kemauan hati saya. Inilah kasih.

Susu dibalas tuba, itulah yang sering terjadi malahan dalam kebersamaan hidup. Kitab Kebijaksanaan mengingatkan adanya banyak orang yang telah berbagi kasih mendapatkan perlawanan, mereka malahan didera dan disiksa. 'Kalaupun mereka disiksa menurut pandangan manusia, namun harapan mereka penuh kebakaan. Setelah disiksa sebentar mereka menerima anugerah yang besar, sebab Allah hanya menguji mereka, lalu mendapati mereka layak bagi diri-Nya'. Semuanya itu siap dihadaupi oleh orang-orang yang dijiwai cinta kasih, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yesus sang Mesias. 'Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal pada-Nya. Sebab kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang-orang pilihan-Nya' (Keb 3: 9)

 

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus,  berikanlah kami hati yang tulus dan penuh kasih dalam melayani sesama kami, sebagaimana diteladankan santo Yosafat. Amin

 

 



Contemplatio :

'Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening