Selasa Pekan Biasa XXXIII, 19 November 2013

Mak 6: 18-31  +  Mzm 3  +  Luk 19: 35-43

 

 

 

Lectio :

Ketika Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

Meditatio :

'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu', kata Yesus ketika berada di bawah pohon dan sembari menatap ke atas. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Betapa bahagianya Zakheus mendapatkan kunjungan sang Guru. Zakheus, sang kepala pemungut cukai dan seorang yang kaya memang berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Ia hanya ingin melihat dan melihat, tetapi dia mendapatkan berkat yang melimpah: Yesus mau singgah dan menumpang di rumahnya. Dia sudah mapan dan tak berkekurangan, masih mendapatkan rahmat dan berkatNya. Ada orang yang sudah siang malam berseru dan berseru, tetapi tidak juga terjawab permohonannya. Namun tentunya pengalaman Zakheus ini tidak tepat bila dikenakan pada sabda Yesus sendiri: setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan (Mat 25: 29), karena memang dia adalah orang yang berkekurangan dalam kasih.

Zakheus memang berkelimpahan harta, tetapi dia hidup berkekurangan dalam kasih. Dia tidak mau menikmati kasih Allah, apalagi mau berbagi kasih dengan sesamanya. Zakheus terhitung dalam kalangan para pendosa, maka ketika semua orang mengamat-amati hal itu, bersungut-sungutlah mereka: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Menanggapi komentar orang-orang yang mengikutiNya, berkatalah Yesus: 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang',  sebab memang Allah menghendaki tak seorang pun dari umat yang dimilikiNya, yakni kaum keturunan Abraham, hilang dan binasa. Mereka semua memprotes seperti itu, tentunya bukan saja tidak layak bagi seorang Guru tinggal bersama kaum pendosa, tetapi juga tidak layak bagi mereka, orang-orang berdosa, beroleh keselamatan. Penegasan Yesus: 'hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham', menolak anggapan bahwa tidak ada keselamatan dalam diri orang-orang berdosa. Keselamatan memang telah diberikan kepada setiap orang berkat karya penebusan Kristus Tuhan, dan setiap orang diminta untuk siap selalu mempertanggungjawabkannya (Rom 14: 12),  sebagai tanda bahwa keselamatan itu tetap ada dalam diri mereka.

Eleazar, sebagaimana diceritakan dalam kitab Makabe (6: 18: 31), adalah prototip orang-orang yang berani mempertanggungjawabkan keselamatan yang diberikan kepadanya oleh Tuhan sang Empunya kehidupan. Eleazar adalah seorang yang hidupnya berkelimpahan kasih. Dia siap menderita, dia siap memberikan tubuhnya untuk didera, karena dia tahu bahwa hidupnya tetap ada dalam kasih Tuhan. 'Bagi Tuhan yang mempunyai pengetahuan yang kudus ternyatalah bahwa aku dapat meluputkan diri dari maut dan bahwa aku sekarang menanggung kesengsaraan hebat dalam tubuhku akibat deraan itu, tetapi dalam jiwa aku menderita semuanya itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan'.  Persembahan Eleazar itu lebih berharga dan lebih mulia dari persembahan Zakheus, yang akan memberikan 'setengah dari harta miliknya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat bila ada yang diperasnya'. Namun kiranya, kemampuan Zakheus tidaklah menjadi perhitungan sang Guru dari Nazaret, karena memang Dia telah menemukan kembali dombaNya yang hilang, yang membuat surga penuh sukacita (Luk 15: 7).

 

 

 

Oratio :

         

Ya Yesus,  kuatkanlah kami agar tidak gampang menyerah terhadap segala tantangan untuk berjumpa denganMu, supaya kamipun boleh menikmati anugerah dan beroleh keselamatan daripadaMu.  Amin





Contemplatio :

 

'Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.'

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening