Senin dalam Pekan Biasa XXIV, 25 November 2013


Dan 1: 1-20  +  Mzm  +  Luk 21: 1-4

 

 

Lectio :

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio :

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang', tegas Yesus kepada para muridNya. Janda itu hanya memasukan uang sebanyak dua ribuan, tetapi dia disebut sebagai orang yang lebih banyak memberi dari pada orang-orang lain, yang memang pada waktu itu serentak sama-sama memberi. Janda itu memberi lebih banyak daripada yang lain, karena pemberiannya itu dibandingkan dengan kekayaan yang dimilikinya sendiri, dan bukannya dibandingkan dengan pemberian orang-orang kaya pada waktu itu. 'Janda ini memberi dari kekurangannya, dari seluruh nafkahnya'. Ia memberikan semua uang yang dimilikinya, dan bukannya sebagian dari harta yang dimilikinya; tidaklah demikian dengan orang-orang kaya yang memasukkan persembahan ke dalam peti persembahan, yang diambil dari kelimpahannya. Harta yang pokok masih ditahannya sendiri, masih berada  dalam genggaman tangannya sebagai milik pribadi; yang diberikan adalah jumlah-lebih dari harta yang dirasakan cukup bagi dirinya. Mereka memberikan bunga uang dari tabungan yang dimilikinya.

Yesus memang secara sengaja membuat penyataan yang dilebih-lebihkan guna menarik perhatian semua orang. Yesus hendak menyatakan bahwa dalam keberkekurangan diri, seseorang masih sempat memberikan sesuatu yang memang wajib diberikan, baik kepada kaisar atau pun kepada Tuhan, dia masih sempat ingat akan saudara dan saudarinya yang lain, yang sama-sama berkekurangan. Dia masih mempunyai hati terhadap sesamanya, walau yang dilakukan dalam bingkai kehidupan bersama. Bila seseorang yang berkekurangan mampu memberikan kepada orang lain, tentunya mereka hidup berkelimpahan seharusnya lebih berani memberikan lebih kepada sesamanya. Barangsiapa menerima banyak, dia dituntut banyak pula. Seseorang lulusan SMTA tentunya harus lebih bertanggungjawab dibanding dengan seseorang yang baru lulus SD. Seseorang mengulurkan tangan untuk memberi kepada orang lain, memang bukannya berdasarkan bekal dan modal yang dimilikinya, melainkan berdasar kemauan hati untuk berani berbagi dengan sesama.

Apa yang diberikan oleh tangan kirimu, janganlah diketahui oleh tangan kirimu, dan kiranya semuanya itu digerakkan oleh Roh yang satu dan sama, dan demi kepentingan bersama (1Kor 12: 7)

 

 

Oratio :

         

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang rela tangan dalam memperhatikan sesame, bukan mereka yang jauh di sana, yang memang sering hanya menjadi sasaran pelayanan kami, tetapi mereka yang ada di sekitar kami, sehingga kami mampu membangun persaudaraan sejati.  Amin





Contemplatio :

 

'Orang ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'.

 

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening