Senin Pekan Biasa XXXII, 11 Nopember 2013


Keb 1: 1-7  +  Mzm 139  +  Luk 17: 1-6

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."

Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

Meditatio :

Ada tiga yang disampaikan Yesus dalam Injil hari ini.

Pertama tentang adanya penyesatan. 'Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Penyataan Yesus menegaskan bahwa kenyataan hidup umat yang didampingiNya akan selalu ada tantangan dan rintangan. Orang saling menjatuhkan satu sama lain. Orang mempunyai kecenderungan untuk menjatuhkan sesamanya; orang tidak ingin orang lain bahagia, berhasil dan sukses, apalagi melebihi dirinya. Manusia berusaha menjatuhkan sesamanya, malah ada yang menjadi serigala bagi sesamanya. Celakalah orang-orang semacam itu, baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, kecam Yesus terhadap mereka. 'Jagalah dirimu!', tegas Yesus kepada para muridNya agar tidak jatuh dalam kesesatan.

Kedua tentang pertobatan. 'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia'. Yesus tidak menghendaki setiap orang jatuh dalam dosa. Setiap orang malahan harus diselamatkan; dan setiap orang harus berani mengingatkan sesamanya agar tidak tenggelam dalam dosa, melainkan bangkit dan hidup kembali. Orang yang jatuh dalam dosa harus ditegur, tentunya ditegur dalam kasih persaudaraan yang menyelamatkan. Keakraban dan saling pengertian satu sama lain, akan mengkondisikan setiap orang untuk menegur sesamanya.

Kita tidak hanya mampu menegur, tetapi juga harus siap sedia dan berani memaafkannya. 'Jikalau ia menyesal, ampunilah dia'. Pengampunan mendatangkan berkat bagi setiap orang yang menerimanya. Perasaan lega dan damai yang menenteramkan jiwa akan dialami setiap orang yang diterima kembali dalam relasi persaudaraan.  'Jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'.  Sebagaimana Allah mengampuni setiap orang yang datang kepadaNya, demikian kita orang-orang yang percaya dan mengikuti kehendakNya.

Ketiga tentang kekuatan iman. 'Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Iman menyelamatkan, tetapi juga menjadikan hidup ini lebih indah, karena kita dapat memuaskan keinginan baik kita. Kita terpuaskan, karena memang kita dapat menyelesaikan segala pekerjaan di luar perkiraan dan daya nalar kita. Kita memang menginginkan, tetapi kita juga sadar akan keterbatasan diri; kendati demikian kita percaya dan yakin akan bantuan Tuhan sang Empunya kehidupan ini akan menyempurnakan keinginan dan kerinduan bersama, karena kita tidak menginginkan demi kepentingan diri, melainkan demi kepentingan bersama.



Collatio :

         

Hanya orang-orang yang bijaksana dapat memilih yang terbaik dalam hidupnya. Orang bijak adalah orang yang mampu menjaga diri. Dia mampu berdiri teguh dan jauh dari penyesatan. Orang bijak adalah orang yang selalu memilih yang baik bagi hidupnya, yakni keselamatan, bukan bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi sesamanya. Sebab  kebijaksanaan adalah 'roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya, dan pikiran pandir dijauhinya, dia adalah roh yang sayang akan manusia'. Orang bijak akan selalu membuka tangannya bila ada orang berbalik kembali kepada kebenaran. Orang yang bijak adalah orang yang selalu menomersatukan Tuhan sang Empunya kehidupan, sebab orang bijak adalah orang yang selalu mencari Allah sebagaimana dikatakan dalam kitab Kebijaksanaan (Keb 1: 1-7).

Orang bijak yang sesungguhnya adalah orang yang berpaut pada sabda dan kehendak Tuhan. Orang bijak adalah orang yang membiarkan diri dipimpin oleh Roh Allah yang kudus, dan dia mampu mengatasi segala kecenderungan insani yang dimilikinya.

 

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus,  berikanlah kami kerendahan hati agar dapat menerima setiap teguran dari sesama kami, dan sebaliknya kami juga mempunyai kasih untuk menegur dan mengampuni sesama yang bersalah kepada kami.  

 

Santo Martinus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia'.



 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening