Senin Pekan Biasa XXXIII, 18 November 2013


Mak 1: 10-12  +  Mzm 119  +  Luk 18: 35-43

 

 



 

Lectio :

Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

 

Meditatio :

'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!', teriak seorang pengemis buta kepada Yesus. Entah darimana dia bisa tahu bahwa Yesus itu adalah Anak Daud. Apakah dia pernah rajin mendengarkan pembacaan kitab suci, sehingga dia dapat paham dengan baik. Bukankah ketika dia bertanya apa itu, orang-orang hanya menjawab 'Yesus orang Nazaret lewat'.  Pemahaman bahwa Yesus, Orang Nazaret itu adalah Anak Daud, Dia yang akan meraja, sudah dipahami banyak orang.

'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?', Tanya Yesus kepada orang buta pengemis itu. Pengemis buta akhirnya dipanggil oleh Yesus, karena dia berteriak dan berteriak. Adakah Dia akan mengulur-ulur waktu untuk menolong dia, kata-kata inilah yang kita renungkan hari Sabtu kemarin. Mendengar teriak orang buta itu, Yesus segera menanggapinya, berbeda dengan banyak orang yang mengikuti Yesus, yang menegor dia supaya ia diam, karena memang semakin keras ia berseru dan berseru.  Inilah bedanya Yesus dengan para pengikutNya, dan itulah yang memang sering terjadi di antara kita, para pengikut Kristus. Kita kurang cepat tanggap. Kita lamban. Kita enggan membantu orang yang ingin hidup lebih baik.

'Tuhan, supaya aku dapat melihat!',  sahut pengemis buta itu. Dia tidak meminta uang, dia tahu apa yang lebih dibutuhkannya yakni melihat. Bukankah kalau dia meminta uang dari Anak Raja, akan mendapatkan uang yang begitu banyak dari Tuhan? Bukankah dia tidak perlu mengemis lagi bila mendapatkan setumpuk uang? Walau bisa melihat, tetapi tidak punya uang, dia tetap harus bekerja? Sepertinya pengemis ini tahu benar Anak Daud yang pernah didengar namaNya. Dia memang Anak Raja, dan bukan anak raja. Mungkin dia akan minta uang, kalau yang dikenalinya itu anak raja, tetapi dia mengenal seorang Anak Raja. Dia tidak meminta uang karena, memang dia tahu apa yang dibutuhkannya. Dia tidak tenggelam dalam kebutuhan sekarang ini, dan memuaskannya, tetapi dia mampu memandang masa depannya dengan penuh pengharapan.

Kesetiaan untuk tetap pada pilihan yang terbaik, sebagaimana diceritakan dalam kitab Makabe, bahwasannya 'ada banyak orang Israel yang menetapkan hatinya dan memasang tekad untuk tidak  makan apa yang haram. Lebih sukalah mereka mati dari pada menodai dirinya dengan makanan semacam itu dan begitu mencemarkan perjanjian kudus. Dan sesungguhnya mereka mati juga' (1Mak 1: 62-63), kiranya memberi pembelajaran kepada banyak orang untuk tidak mudah pindah ke lain hati. Pindah ke lain hati yang bukan Allah akan mendatangkan kebinasaan, yang tentunya semuanya ini harus juga dikonkritkan dalam menghayati panggilan dan cita-cita hidup.

'Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!', jawab Yesus. Dia meminta satu, yakni agar bisa melihat, malahan mendapatkan dua sekaligus, yakni beroleh keselamatan. Imannya terhadap Anak Daud sungguh-sungguh mendatangkan berkat kehidupan. Orang ini termasuk orang yang paling beruntung dalam hidupnya, sebagimana dialami oleh Zakheus, yang hanya ingin melihat Yesus, malahan Yesus hendak tinggal di rumahnya.

Seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus, bantulah kami yang sering mengalami buta rohani, agar mampu mengenali dan memahami bahwa Engkaulah Anak Daud yang hidup dan meraja dalam hati kami, serta Sumber pengharapan dan keselamatan bagi kami.  Amin





Contemplatio :

 

'Tuhan, supaya aku dapat melihat!'

 

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening