Hari Raya Santa Maria dikandung tanpa dosa, 7 Desember 2013


Kej 3: 9-15  +  Ef 1: 3-12  +  Luk 1: 26-38

 

 

Lectio :

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

 

 

Meditatio :

Manusia jatuh dalam dosa adalah sebuah kecelakaan. Sebuah kecelakaan, karena memang suatu peristiwa yang tidak dikehendaki Allah. Kecelakaan yang dikarenakan karena kesombongan manusia, yang hanya ingin mencari kepuasan dan kenyamanan diri. Manusia jatuh dalam dosa adalah sebuah kecelakaan, karena itu Allah tetap berpegang teguh pada kehendakNya agar semua orang selamat. Karena itu, 'Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya' (Kej 3: 15). Inilah yang dikerjakan Allah. Dia tetap akan memulihkan relasi yang putus itu, berkat kehadiran seorang perempuan. Seorang perempuan akan meremukkan kuasa kegelapan itu. Allah menampilkan peran seorang perempuan di hadapan dunia dalam mengalahkan kuasa kegelapan. Bukan mereka dari kaum Adam, melainkan dia seorang hawa.

Allah telah mempersiapkan dan menunjuk seorang perempuan. Siapakah dia? Dia adalah Maria, sebab memang itulah yang dikatakan malaikat Gabriel ketika dia mengunjungi seorang perempuan Maria di Nazaret. 'Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi', tegas malaikat kepada Maria. Mengapa malaikat datang kepada Maria, mengapa tidak kepada Elizabeth, mengapa bukan kepada Maria dari Magdala, atau janda di Sarfat atau perempuan Sirofenesia? Mengapa Maria orang Nazaret itu?

Itulah kemauan Allah.

Sebagaimana 'di dalam Kristus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan', sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Efessus (bab 1), demikian juga 'Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya', demikian juga Dia pasti telah memilih dan mengkondisikan Maria untuk berkata: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Sebab dengan jawabannya itu, Maria menjadi tempat kehadiran sang Empunya kehidupan itu menjadi seorang Anak Manusia. Kalau Allah telah mengkondisikan Maria, tentunya Maria telah disucikan semenjak semula. 'Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah' (Hak 13). Sepertinya ucapan ini cukup dikenakan pada Manoakh, dan bukannya kepada Maria, karena memang dia akan mengalami kehadiran Seorang Allah dalam hidupnya.  Dia, Maria, dikandung tanpa dosa. Kesaksian itu pun dikatakan Maria sendiri, bahwa akulah perempuan yang dikandung tanpa dosa, ketika dia menampakkan dirinya kepada Bernadet.

Kesucian dan kekudusan diri menjadi prasyarat bagi setiap orang untuk menyambut kehadiran Tuhan Allah. Maria disucikan dan dibebaskan dari kuasa dosa, karena memang dia harus layak dan pantas menerimaNya. Demikian juga kita seharusnya dalam menyambut kedatangan Kristus Tuhan di akhir jaman. Kita harus semakin layak menyambutNya, karena memang kita pun telah dimungkinkan untuk menguduskan diri, berkat pengangkatan diri kita sebagai putera dan puteri Bapa di surga; lebih dari itu. Kehadiran sang Putera dalam sabda dan Roh yang diutusNya semakin memampukan setiap orang yang benar-benar merindukanNya. Kita memang tidak dikandung tanpa dosa, malahan kita sering jatuh dalam dosa, tetapi kita amat dimungkinkan menerima keselamatan karena penebusan Kristus sendiri bagi seluruh umatNya. Jatuhnya manusia dalam dosa tidak menutup kemungkinan bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan kekal, malahan sebaliknya membuka peluang bagi setiap orang untuk berani kembali kepadaNya, karena memang Dia sendiri yang menyambut dan merangkul setiap orang yang datang kepadaNya. Hari ini kita bertobat, hari ini kita menikmati keselamatan yang indah itu. Hari ini juga engkau bersamaKu di dalam surga.





Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami agar siap dan layak dalam menyambut kehadiranMu. Berikanlah juga kami hati seperti Maria, yang dengan penuh iman dan sikap seorang hamba; mendengarkan, siap sedia melaksanakan tugas-tugas yang Kau percayakan pada kami.

Santa Maria doakanlah kami.  Amin





Contemplatio :

 

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening