Jumat dalam Pekan Adven II, 13 Desember 2013

Yes 48: 17-19  +  Mzm 1  +  Mat 11: 16-19

 

 

Lectio :

Pada waktu itu Yesus mengajar banyak orang, kataNya: 'Aku berkata kepadamu: dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'.

 

 

Meditatio :

'Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung', tegas Yesus kepada para muridNya. Mereka semua berkerumun mendengarkan pengajaranNya. Tak dapat disangkal di antara para murid ada juga banyak orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.  'Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ia kerasukan setan; kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Mereka berkata-kata demikian, karena mereka mengungkapkan segala yang ada dalam benak mereka, dan bukanlah berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mereka memakai kacamata hitam, sehingga segala yang mereka lihat, hitam adanya.

Kalaupun banyak orang berpegang teguh dengan kacamata hitamnya, 'hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'. Allah tidak berhenti pada penolakan umatNya yang tidak menghendaki kehadiranNya. Mereka memang adalah orang-orang yang menyerongkan Kerajaan Allah sebagaimana kita renungkan dalam Injil kemarin. TUHAN, sang Penebus, Yang Mahakudus, Allah Israel, tetap mengumandangkan: 'Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku' (Yes 48: 17-19).

Bagaimana dengan kita semua yang sudah banyak mengenal Anak Manusia, apakah kita juga mengabaikan kehendakNya yang mau datang kembali untuk kedua kalinya sembari mahkota keselamatan? Kiranya pengalaman hidup santa Lusia memberi peneguhan  kepada kita: apapun yang terjadi di hadapannya, dia ingin tetap setia kepada Kristus sang Mempelai. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Kristus, akan mempunyai terang hidup.





Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, berikanlah kami kepekaan dan curahkanlah rahmat pertobatan ke dalam hati kami agar jiwa dan hati kami semakin disucikan dalam menyambut kedatanganMu nanti.  Amin





Contemplatio :

'Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening