Kamis dalam Pekan Adven I, 5 Desember 2013


Yes 26: 1-6  +  Mzm 118  +  Mat 7: 21.24-27




Lectio :

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga, dan setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.




Meditatio :

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'. Penegasan Yesus ini sepertinya sebuah pemurnian terhadap iman kepercayaan. Pertama, seseorang dapat berseru dan menyebut nama Tuhan, tetapi dia tidak percaya atau pun meragukan akan belaskasih Tuhan. Dia hanya berteriak dan berteriak dengan bibirnya saja, dan bukan dengan hati. Seruan ini sepertinya tidak akan sampai kepada Tuhan sang Empunya kehidupan. Karena memang dia hanya berseru dan berseru kepadaNya, tetapi meragukan Dia yang diserukan namaNya.

Kedua, seseorang berseru dan berseru, tetapi ketika Tuhan Yesus memanggil dia sendiri untuk datang kepadaNya, tidaklah dia mau datang menghampiriNya. Menoleh dan melemparkan senyum kepada Dia yang memanggilnya pun tidaklah dilakukan. Bagi orang seperti ini bagaimana mungkin dapat masuk dalam Kerajaan Allah, bila memang dia enggan menjawabi panggilanNya. Menjawab panggilanNya adalah kehendak Tuhan Bapa di surga. Seseorang dapat menikmati kehadiranNya dan masuk dalam KerajaanNya yang kudus, bila memang dia mau melaksanakan kehendak Tuhan yang memanggilnya.

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.
Penyataan Yesus hendak menyatakan bahwa iman tidak hanya memungkinkan seseorang untuk menikmati Kerajaan Allah, tetapi juga memberi kekuatan hidup keseharian. Segala yang indah dan baik adanya akan semakin mungkin terjadi bila seseorang percaya kepada Dia sang Empunya kehidupan. Berkat imannya seseorang akan mempunyai jiwa yang ulet dan teguh dalam berjuang demi hidupnya. Cerdiknya akan seperti bendahara yang tidak jujur, keberaniannya akan seperti Bartimeus ataupun perempuan Sirofenesia, dan berkat yang diterimanya akan berlimpah ruah sebagaimana dinikmati oleh Zakheus. Hidupnya akan terasa semakin indah.

Iman yang digambarkan Yesus seperti seseorang yang mendirikan rumah di atas batu dinyatakan juga oleh Yesaya (Yes 26), bahwasannya Dia memang akan selalu mendampingi umatNya bagaikan gunung batu yang kokoh atau pun benteng pertahanan yang kuat. Beriman kepada Tuhan berarti merasakan perlindungan dan pendampingan Tuhan sang Empunya kehidupan. Beriman kepada Tuhan berarti berusaha menikmati Kerajaan Surga sebagaimana dirindukan oleh setiap orang, yakni tinggal bersama dengan Dia, yakni di mana dia berada, yang tentunya akan kita nikmati ketika Dia datang kembali menjemput kita kelak di akhir jaman.




Oratio :

Ya Tuhan Yesus, di masa Adven ini Engkau memang mengajak kami untuk semakin hari semakin percaya kepadaMu. Sebab kepercayaan kepadaMu memberi kepastian kami untuk masuk dalam KerajaanMu yang semarak mulia, dan hidup kami semakin Engkau kuatkan dalam berhadapan dengan aneka tantangan.
Tuhan Yesus, dampingilah kami selalu, amin. 




Contemplatio :

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'.

















Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening