Misa Sore Menjelang Hari Raya Natal (Vigili)

Misa Syukur Menjelang Hari Raya Natal

24 Desember 2013

Yes 62: 1-5  +  Kis 13: 16-25  +  Mat 1: 18-25

 

 

Lectio :

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

 

Meditatio :

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka', kata malaikat kepada Yusuf. Yusuf diminta supaya mengerti akan Maria, yang memang juga bertindak bukan karena kemauannya sendiri, melainkan karena kemauan Allah. Maria mengandung, karena dikehendaki oleh Allah. Maria malahan menjawabi kehendak Allah semenjak semula sebagaimana pernah dinyatakan oleh para nabi: 'sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita'.

Kalau Maria saja mampu menerima kehendak Allah, mengapa aku tidak? Bukankah aku sebagai seorang laki-laki lebih mampu daripadanya? Kalau dia saja, yang harus aku lindungi dan aku jaga, mampu mengamini kehendak Tuhan Bapa di surga, masakan aku tidak mampu? Atau malah memang Yusuf tidak memahami sukacita seorang laki-laki yang menerima kehadiran seorang perawan, sebagaimana dikatakan Yesaya dalam kitabnya (bab 62), bahwasannya 'seorang muda belia yang suka menjadi suami seorang anak dara,  dan betapa girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan?'. Yusuf adalah seorang yang tulus hati. Maka, tanpa banyak bicara, sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Yusuf bukan saja sebagai seorang pendengar sabda, melainkan juga pelaksana sabdaNya. Kemauan  mengambil dan menerima Maria, dia buktikan dengan 'tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki'. Yusuf menuntut kemurnian Maria, dan itu telah dinyatakan oleh pembenaran sang malaikat, dan kini dia menunjukkan juga ketulusan dan hatinya dengan berpantang sexual selama Maria mengandung dalam Roh Kudus.

Yusuf menamakan Anak yang dilahirkan Maria Yesus.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, menerima Engkau memang menuntut keberanian untuk mengutamakan Engkau di atas segala-galanya. Tak jarang kami enggan dan tak setia menghadapi kenyataan seperti ini. Bantulah kami untuk menjadi orang-orang setia melaksanakan sabda dan kehendakMu. Amin.




Contemplatio :

'Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening