Perayaan Natal Sukacita, 25 Desember 2013

Yes 52: 7-10  +  Ibr 1: 1-6  +  Yoh 1: 1-18

 

 

Lectio :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

 

 

Meditatio :

Pada mulanya adalah Firman; Firmanlah yang mendahului segala sesuatu. Dialah yang Pertama.

Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dia yang tak tertangkap oleh mata manusia, selalu menyampaikan kehendakNya dalam Firman atau Sabda yang disampaikanNya. Mendengarkan Sabda berarti mendengarkan Allah. Karena memang Ia bersama-sama dengan Allah.

Dia yang pertama. Dia menciptakan segala sesuatu, karena memang Dia adalah sang Pencipta. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Hanya dalam Dia segala sesuatu terjadi; dan segala sesuatu dapat menikmati keberlangsungannya hanya dalam diri sang Pencipta. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Hidup itulah yang dikejar dan dicari-cari oleh Allah.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.  Sebab memang Terang itu adalah Allah. Allah itu Penguasa kehidupan. Tidak ada kuasa lain yang mampu menguasaiNya. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dialah Allah yang menjadi Manusia. Dialah Imanuel. Ialah Yesus Kristus. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Itulah kenyataan hidup di dunia ini. Mereka itu memiliki Allah, dan mereka itu dimiliki Allah, tetapi tidak mempunyai rasa memiliki kehidupan. Itu kita manusia. Itulah saya.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Kepercayaan kepada Terang memberikan kehidupan baru. Orang-orang yang mempunyai sense of belonging akan Allah mendapat karunia istimewa, yakni diangkat dan dijadikan anak-anak Allah. Allah sendiri yang menjadikan mereka, kita semua,sebagai anak-anakNya.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.  Para malaikat membenarkan semua ini, kata mereka: 'kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya; dan inia adalah kesukaan besar untuk seluruh bangsa, yakni hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud, dan inilah tandanya bagimu: Seorang Bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan' (Luk 2). Allah sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah umatNya. Yesus adalah Sabda Allah yang menjadi Manusia.

Dia menjadi Manusia, karena Bapa ingin 'berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan' (Ibr 1)

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Karena memang Dialah Allah sendiri. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya, tetapi berkat kehadiranNya di tengah-tengah umatNya semua orang mampu memandang Bapa. Sebab dengan memandang Dia, kita memandang Bapa, sebab memang Bapa ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Anak yang menjadi Manusia (Yoh 14).

 

 

Collatio:

'Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?' (Ibr 1). Inilah sabda Allah yang menegaskan kehadiran Yesus ke dunia adalah semata-mata terjadi karena kehendakNya, dan bukan karena jasa baik umatNya. Dialah Allah yang menjadi Manusia, maka 'semua malaikat Allah harus menyembah Dia'. Sebab memang Dialah Penguasa alam semesta dan seluruh isinya. Kalau para malaikat saja harus merunduk menyembah kepadaNya, apalagi tentunya kita umatNya yang penuh keterbatasan dan terikat aneka kecenderungan insani ini.

Perayaan Natal mengingatkan kita semua agar semakin berani merunduk dan menyembah Dia sang Empunya kehidupan. Kita semakin berani mengakui bahwa memang Yesus sang Penyelamat yang menjadi manusia. Dengan segala kerendahan hatiNya Ia rela menjadi tebusan bagi umat manusia. Perayaan Natal menegaskan kepada kita Dia yang adalah Allah keluar dari diriNya sendiri dan menjadi Manusia sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  melalui perayaan Natal ini biarlah kami semakin menyadari bahwa Engkaulah yang harus kami sembah karena Engkaulah sang juruselamat, yang Empunya kehidupan atas segala yang ada.  Amin





Contemplatio :

'Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening