Pesta Santo Fransiskus Xaverius, 3 Desember 2013

1Kor 9: 16-23  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-20


 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Yesus berkata kepada para muridNya: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

Meditatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum', perintah Yesus kepada para muridNya. Percaya kepada Tuhan adalah wajib hukumnya. Wajib? Benar wajib hukumnya, karena memang Allah menghendaki semua orang yang adalah ciptaan dan milikNya beroleh keselamatan. Demikian juga, kerinduan setiap orang untuk selalu hidup bahagia dan penuh sukacita, dan diperkenankan menikmati keselamatan dan bukannya tinggal tenggelam dalam kubur dosa.

Tidak diselamatkan adalah sebuah hukuman. Sebab bagaimana mungkin seseorang yang tidak belajar bisa naik kelas? Bagaimana seseorang diundang dan diundang oleh sang Empunya kehidupan tetapi tidak mau datang. Bila mereka memang mau rela datang, Tuhan Yesus tidak akan menghukumnya, sebaliknya kedatangan mereka akan membawa kegembiraan di surga. Bagaimana mereka akan mendapatkan keselamatan bila Dia yang menyelamatkan ditolaknya? Mereka yang tidak percaya akan dihukum, karena mereka memang menolak keselamatan.

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh', tegas Yesus. Mereka yang percaya sudah mendapatkan keselamatan, malahan masih mendapatkan anugerah dan tanda-tanda yang menakjubkan? Apakah harus ada tanda-tanda bagi mereka? Bagaimana kalau tidak ada tanda-tanda, bukankah mereka tetap diselamatkan? Yang penting tanda-tanda yang menyertai atau keselamatan bagi orang yang percaya?

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Para murid mengamini perintah Yesus, bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan dan perbuatan; dan lihatlah mereka tidak sendirian, Dia yang meminta, Dia pula yang mendampingi para muridNya.

Paulus sebagai seseorang yang mengaku diri sebagai muridNya menegaskan 'celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil. Aku bangga karena aku dapat mewartakan Injil tanpa upah' (1Kor 9). Tentunya penegasan Paulus ini juga menjadi tantangan bagi kita yang mengakui diri sebagai murid-murid Yesus, sang Mesias.

Santo Fransiskus Xaverius pun dengan rela dan berani memberitakan Injil itu kepada kita. Kiranya sebagai rasa terima kasih kepada Dia yang telah memberikan keselamatan kepada kita, dan kepada dia juga yang telah mensharingkan keselamatan itu kepada kita, kita ikut ambil bagian dengan berani berbagi keselamatan itu kepada sesama.

Apa yang dapat kita buat? Apa kita mau pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil? Kita mau pergi ke Kalimantan atau ke Irian Jaya? Boleh-boleh amat terbuka lebar kesempatan itu. Ada baiknya mari kita berdoa dan memberi perhatian kepada saudara dan saudari kita yang berkarya di daerah pedalaman yang jauh dari keramaian kota. Kiranya rahmat Tuhan semakin meneguhkan mereka dalam karya misionernya, dan kita meneguhkan mereka. Minimal kita harus berani keluar dari diri kita dan melemparkan senyum dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, dan bukan dengan mereka yang jauh di sana yang memang sudah mengenal kita, apalagi mereka yang tidak mengenal kita. Perhatian kepada orang-orang yang tidak mengenal kita tak ubahnya sebuah usaha pengenalan terhadap sesama yang sama sekali tidak membuat kita mengenal siapakah diri kita ini.

Kita memang tidak pergi ke mana-mana, tetapi semangat Fransiskus tetap bergema dalam diri, sebab memang sekarang ini kita tidak diminta melebarkan Gereja, melainkan memperindah Gereja. Keindahan Gereja yang menghayati panggilannya sebagai nabi, imam dan raja dalam persaudaraan memungkinkan Gereja semakin mampu menampung banyak orang untuk menikmati kehadiranNya yang menyelamatkan.

 

 



Oratio :

Ya Yesus Kristus,  anugerahi kami semangat seperti Santo Fransiskus dalam tugas perutusan di lingkungan hidup kami, agar kehadiran kami membawa sukacita dan kebaikan bagi setiap orang yang kami jumpai.

Santo Fransiskus, doakanlah kami.  Amin





Contemplatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.




 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening