Pesta Santo Stefanus, 26 Desember 2013


Kis 6: 8-10  +  Mzm 31  +  Mat 10: 17-22

 

 

Lectio :

Kata Yesus kepada para muridNya: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

Meditatio :

Pengenalan akan Kristus Yesus, sang Empunya kehidupan, mengandung resiko yang amat berat. Terasa berat karena seseorang harus berani memberikan diri dan memilih kebenaran. Dia tidak boleh mencari kenyamanan dan keselamatan diri.  Dia harus memanggul salib kehidupan guna mencapai puncak Gunung Karmel, yakni Kristus sang Penyelamat.

'Karena Aku, atau karena namaKu, pertama, akan ada menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya; kedua, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja; ketiga, kamu akan dibenci semua orang, dan di antara mereka sendiri, seorang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya, dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Inilah hal-hal yang tidak mengenakkan akan terjadi bagi orang-orang yang percaya dan mengikuti sang Guru. Mengikuti Kristus bukannya tempat teduh yang kita peroleh, malahan sengatan matahari yang amat tajam. Di mana dan kapan keselamatan itu akan kita peroleh dari sang Penyelamat? Mengikuti Penyelamat, tetapi tidak mendapatkan keselamatan. Untuk apa kita mengikuti Dia?

Bila semuanya itu terjadi, 'janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'.  Semuanya dilakukan Bapa, karena Dia tidak menghendaki satu pun dari umatNya binasa. Allah melindungi, karena adalah kehendak sang Putera sendiri agar kita para murid tidak diambil dari dunia (Yoh 17: 15), melainkan menikmati dalam kasihNya.

Semuanya harus terjadi,  malah 'sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Bukankah Yesus sendiri pernah meminta agar kita para murid berani memberikan kesaksian tentang Dia agar beroleh upah di surga (bdk. Mat 10: 32)? Bersaksi tentang Kristus sang Kehidupan adalah kewajiban bagi setiap orang; dan dalam aneka tantangan di situlah kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi saksi-saksi Kristus, dan 'barangsiapa yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

Stefanus adalah seorang yang kehilangan nyawa, karena keberaniannya bersaksi, malahan dia diperkenankan memandang langit terbuka dan memandang Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah (Kis 6-7). Stefanus adalah seorang martir pertama yang merayakan Natal secara istimewa. Dia merayakan Yesus yang lahir di dunia sebagai Anak Manusia, dan kemudian dia pun diijinkan lahir di surga sebagai anak Allah. Natal adalah kesempatan indah untuk merenungkan panggilan hidup kita sebagai anak-anak Allah, karena memang kita adalah ahli-ahli waris Kerajaan Allah.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami untuk memanggul salib kehidupan kami masing-masing, kami percaya bersama Engkau kami dapat mengatasi segala apapun dalam mencapai puncak gunung Karmel yaitu keselamatan kami.

Santo Stefanus doakanlah kami.  Amin





Contemplatio :

'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening