Pesta Santo Yohanes Pengarang Injil, 27 Desember 2013

1Yoh 1: 1-4  +  Mzm 97  +  Yoh 20: 2-8

 

 

Lectio :

Pada wakti itu Maria Magdala berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

 

 

Meditatio :

'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'.

Itulah teriakan Maria dalam keadaan takut, kuatir dan gelisah. Bagaimana semuanya ini bisa terjadi? Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari ke kubur, tentunya karena mereka tidak menghendaki sesuatu terjadi dengan jenasah Yesus. Penyaliban Yesus adalah peristiwa kehidupan yang amat pahit dan tidak bisa dimengerti. Bagaimana seorang Mesias ditolak oleh bangsaNya sendiri. 'Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya', tegas Yohanes dalam Injilnya (bab 1).

Berlarilah kedua murid ke makam hendak melihat apa yang terjadi di sana; tak berbeda jauh ketika para gembala berlari cepat-cepat menuju ke Betlehem untuk melihat apa yang telah disampaikan para malaikat kepada mereka. Semuanya datang ingin melihat keberadaan Yesus, Anak Manusia yang sungguh-sungguh tinggal di tengah-tengah umatNya. Natal menceritakan kedatangan sang Al-masih yang membawa salib keselamatan, Paskah menceritakan pergi dan naikNya sang Al-Masih ke surga untuk menyiapkan tempat bagi orang-orang yang telah mengenalNya. Dia mempersiapkan tempat agar banyak orang berani datang kepadaNya.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Entah alasan apa yang membuat Yohanes tidak mau masuk terlebih dahulu ke makam. Apakah dia menghormati Petrus yang memang lebih senior? Apakah Yohanes mengerti sungguh apa yang dimaksudkan oleh Gurunya bahwa Dia akan mendirikan GerejaNya atas dasar iman para murid, di mana Petrus menjadi pemimpinnya (bdk. Mat 15)?

Akhirnya, masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.  Dengan melihat dia percaya, walau sebenarnya penglihatan mereka tidak membuktikan apa yang terjadi sesungguhnya dengan Yesus. Yohanes percaya bahwa memang Dialah Allah yang menjadi Manusia. Dia mengikatkan diri pada alur waktu dan tempat, tetapi keduanya tidak mampu mengatasiNya, karena memang Dialah Penguasa kehidupan. Dialah sang Empunya kehidupan. Namun tak dapat disangkal, sang Penguasa hidup benar-benar menikmati keindahan hidup sebagai manusia lemah dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dia yang pernah menyatakan akan mati, didera, mati dan bangkit, hari ini sungguh-sungguh terlaksana.

Hari ini telah lahir bagimu seorang Penyelamat, dan inilah tandanya: kamu akan menemukan Bayi yang terbaring di palungan; demikian juga hari ini, Yohanes melihat dan percaya, bahwa Dia yang pernah bersabda akan bangkit dan hidup sungguh-sungguh hidup dan tidak ada dalam kubur. Kain lampin, yang pernah membungkusNya semenjak bayi sampai mati dalam kubur, ditinggalkanNya, dan kini Dia berselimutkan kemuliaan dan semarak.

Kalau para gembala dahulu memberitahukan kepada Maria dan Yosef apa yang mereka lihat dan dengar ketika malaikat datang, kini Yohnaes pun bertindak seperti itu. Sebab 'apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal' (1Yoh 1) . Yohanes menyampaikan kepada kita supaya 'kita beroleh persekutuan persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus'.

Sungguh baik, bila memang kita ambil bagian dalam persekutuan bersamaNya.

Bila memang kita sudah bersekutu, kita nyatakan persekutuan itu dengan hidup kasih. Barangsiapa mengenal Allah dia harus berbuat kasih, sebab Allah adalah Kasih.

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bangkitkanlah iman kami pada saat mengalami kejatuhan, agar seperti juga Yohanes yang sungguh-sungguh percaya bahwa Engkaulah Mesias yang mengalami penderitaan, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami.

Santo Yohanes doakanlah kami.  Amin




Contemplatio :

'Masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.'







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening